Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Defisit Berpotensi Tembus 3 Persen Akibat Subsidi Energi

 Jakarta, 23/05/2013 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menegaskan bahwa defisit anggaran pada tahun ini berpotensi menembus angka 3 persen. Hal ini merupakan dampak dari besarnya konsumsi energi, terutama pada bahan bakar minyak (BBM).

“Ini yang menjadi alasan utama bagi pemerintah untuk mengubah APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2013. Belanja pemerintah di 2013 meningkat. Ini akibat dari subsidi energi. Bahkan, kecenderungan BBM bersubsidi akan melampaui kuota 46,1 juta kilo liter,” ungkap Menkeu di Jakarta pada Rabu (22/5).

Menkeu mengatakan bahwa setelah ditetapkannya APBN 2013 beberapa waktu yang lalu, telah terjadi sejumlah perkembangan indikator ekonomi makro yang tidak sesuai dengan perkiraan sebelumnya. Menurut Menkeu, kondisi tersebut merupakan alasan bagi pemerintah untuk mengubah postur APBN. “Indikator-indikator makro ekonomi saat ini telah menjauh dari asumsi yang telah ditetapkan, maka ini perlu penyesuaian asumsi,” ujar Menkeu.

Adanya ketidaksesuaian asumsi makro tersebut, lanjut Menkeu, juga dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi dunia yang lebih rendah dari perkiraan. “Maka akibatnya, permintaan pada barang melemah, berarti harganya itu turun. Maka, penerimaan pajak bisa menurun, belanja negara meningkat signifikan,” kata Menkeu.

Fluktuasi nilai tukar rupiah yang cenderung melemah juga berimplikasi pada peningkatan belanja Negara. “Anggaran yang meningkat saat ini lebih besar dari GDP (Produk Domestik Bruto/PDB) dan telah melebihi tiga persen, maka akan melanggar undang-undang,” pungkas Menkeu.(nic)