Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Defisit Kuartal III Diprediksi Menurun

Jakarta, 08/08/2013 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menyampaikan bahwa berdasarkan komposisi, komponen migas mengalami kenaikan cukup besar. “BBM kan baru naik 22 Juni, berarti dampak dari pada impor migas baru akan mulai terasa. Karena dia kontrak, mungkin dua bulan jadi sekitar Agustus. Jadi kalau dilihat, dampaknya bukan dari current account Agustus ini,” demikian disampaikan Menkeu pada acara Open House di Jakarta pada Kamis (08/08).

Lebih lanjut, Menteri menyatakan bahwa defisit di kuartal II masih sangat besar, tetapi defisit di kuartal III akan lebih kecil karena impor minyak akan menurun. “Dilihat dari konsumsi bbm saja sekarang sudah mulai flat. Jadi, great balance kita mulai dari kuarter III dan IV akan lebih baik. Efeknya juga belum bisa dilihat tahun ini,” jelas Menkeu. Selain itu, Kemenkeu juga tengah membuat insentif untuk mengurangi impor barang modal. “Dari Kemenkeu kan lagi dibuat insentif intermediate good supaya impor barang modalnya bisa dikurangi, tapi kan kalau saya mulai, untuk di pemerintahan berikutnya yang merasakan dampaknya,” tegas Menkeu

Mengenai inflasi, Bank Indonesia memperkirakan laju inflasi Juli sebesar 3,2 persen dan pemerintah memperkirakan sekitar 2,8 persen. Angka ini memang lebih tinggi akibat harga makanan yang melonjak. Berdasarkan komposisi, sekitar 0,9, dari 3,2 berasal dari komponen makanan. Namun demikian, Menkeu optimistis bahwa inflasi bulan Agustus akan lebih rendah dibandingkan inflasi Juli yang masih relatif tinggi mengingat dampak BBM yang berlangsung selama tiga bulan. Menkeu memprediksi bahwa inflasi di bulan September akan mulai kembali normal dan jika pasokannya memadai, deflasi dapat terjadi di bulan Oktober.

Acara Open House tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat Eselon I dan II Kementerian Keuangan, pejabat BKPM, praktisi perbankan, pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perwakilan Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA), dan Asian Development Bank (ADB).