Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Defisit Necara Jasa dan Pendapatan Perlu Penyelesaian secara Fundamental

Jakarta, 08/01/2013 MoF (Fiscal) News - Defisit yang terjadi pada neraca jasa dan pendapatan perlu dilakukan penyelesaian secara fundamental sehingga tidak bisa dilakukan dalam jangka pendek. Contoh neraca jasa ini misalnya jasa perkapalan yang mengalami defisit karena rendahnya pengguna jasa pelayaran domestik. “Karena kebanyakan itu lebih suka menggunakan jasa pelayaran internasional dibanding orang luar pake jasa pelayaran Indonesia,” jelas Plt. Kepala BKF Bambang P.S. Brodjonegoro di Jakarta, Senin (7/1).

Daya saing dalam negeri penting untuk terus ditingkatkan karena pasar dalam negeri tergerus luar negeri. Untuk neraca pendapatan, misalnya, remittance yang dihasilkan oleh tenaga kerja Indonesia harus bisa terus ditingkatkan dengan meningkatkan kualitas tenaga kerja sehingga dapat meningkatkan pendapatannya.

“Bagaimana remittance tenaga kerja kita di luar bisa menghasilkan lebih besar dari ekspatriat yang kerja di sini,” katanya. Selain itu, ketergantungan terhadap pekerja asing memegang posisi tertentu di perusahaan di Indonesia harusnya dapat dikurangi dengan penggunaan pekerja lokal yang memiliki kualifikasi setara.

Sementara itu, untuk sektor jasa pariwisata yang masih terjadi surplus harus terus dijaga dengan tidak hanya menambah jumlah wisatawan, tapi memperbesar devisa yang dikeluarkan wisatawan asing tersebut di Indonesia. “Kita harus hati-hati karena mengingat income per kapita makin baik, orang Indonesia makin sering ke luar negeri. Maka salah-salah, lama kelamaan surplusnya bisa menjadi kecil, salah-salah bisa menjadi defisit,” pungkasnya.

 

donlod disini