Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Defisit Neraca Perdagangan 2014 Bisa Turun 2-3 Miliar Dolar

Jakarta, 09/12/2013 MoF (Fiscal) News - Pemerintah berharap, defisit neraca perdagangan tahun 2014 dapat turun di kisaran 2-3 miliar dolar. Hal ini menyusul diluncurkannya pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 atas impor barang tertentu, di mana ada penyesuaian tarif impor dari 2,5 % menjadi 7,2%. Aturan ini merupakan satu dari dua kebijakan baru pemerintah untuk mengendalikan impor dan memperbaiki ekspor.

"Kita concern pada impor bahwa harus diturunkan. Caranya, dikenakan PPh impor pasal 22 dari 2.5 persen ke 7.5 persen. Kalau orang beli barang impor, dia bayar dulu. Akhir tahun, pajak yang dibayarkan sebenarnya bisa mengurangi pajak akhir tahunnya. Nah, kalau dia bayar dulu, berarti cashflow-nya kena. Kalau cashflow-nya kena, kita berharap dia akan mengurangi impornya," jelas Menteri Keuangan M. Chatib Basri saat konferensi pers di Aula Djuanda, Senin (9/12).

Menurut Menkeu, perkiraan hitungan untuk penurunan impor ini secara kasar memiliki potensi hingga 5 miliar dolar. Dari nilai impor Januari-Oktober sebesar 140 miliar dolar, 7 persen merupakan total barang konsumsi.

"7 persen dari 140 billion itu sekitar 10 billion (miliar dollar). Angka konservatifnya saja, kalau 50 persen, potensinya 5 billion. Tapi tidak akan seluruh impor berhenti. Mungkin sebagian, sehingga perhitungan kita 2-3 billion bisa diturunkan impornya," jelas Menkeu. Hal inilah yang diharapkan dapat diperbaiki melalui paket ini. "Sehingga defisit neraca perdagangan yang mungkin muncul di 2014 bisa diselamatkan 2-3 billion," katanya.

Pengenaan pajak ini, menurutnya, diharapkan dapat mengerem permintaan impor untuk barang-barang konsumsi atau barang tahap akhir, seperti elektronik dan telepon genggam. Sementara untuk barang yang digunakan untuk industri dalam negeri tidak akan dikenai penyesuaian tarif. (fin)