Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Defisit Neraca Transaksi Berjalan Diyakini Segera Menurun

Jakarta, 20/08/2013 MoF (Fiscal) News - Defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit) diproyeksikan menurun. Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri, Senin (19/8) di Jakarta. Menkeu menambahkan, defisit pada kuartal II-2013 memang masih besar, tetapi defisit pada kuartal III tahun ini diproyeksikan dapat lebih kecil, didorong oleh berkurangnya impor minyak dan gas bumi (migas).

Menkeu menilai, kebijakan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi telah berhasil menekan impor migas. Sebelumnya, Menkeu juga mengatakan bahwa konsumsi migas domestik yang terbesar adalah dari konsumen yang bermigrasi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi. “BBM kan baru dinaikkan 22 Juni yang lalu, berarti dampak daripada impor migas baru akan mulai terasa. Karena dia kontrak, mungkin (efeknya baru akan dirasakan setelah) dua bulan, jadi sekitar Agustus. Jadi kalau dilihat, dampaknya bukan dari current account Agustus ini,” jelas Menkeu.

Apabila neraca impor, khususnya impor BBM sudah mengalami penurunan, maka neraca secara keseluruhan akan mengalami keseimbangan, bahkan akan mengalami surplus. “Dilihat dari konsumsi BBM saja sekarang sudah mulai flat. Jadi, great balance kita mulai dari quarter III dan IV akan lebih baik. Efeknya juga belum bisa dilihat tahun ini,” ucapnya.(ak)