Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Defisit RI Diprediksi Tidak Sampai 2,4 Persen

Jakarta, 17/04/2013 MoF (Fiscal) News -  Kementerian Keuangan memperkirakan, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan melampaui 1,65 persen. Penyebab meningkatnya defisit tersebut terutama disebabkan oleh faktor global yang menekan harga komoditas dan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). “Itu tidak bisa dijaga di defisit 1,65 persen, mungkin akan terjadi peningkatan di atas 2 persen, tapi pasti di bawah 2,4 persen,” demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Agus D.W. Martowardojo, di Jakarta, Rabu (17/4).

Menkeu menambahkan, setelah memasukkan semua faktor dalam perhitungan, termasuk dengan mempertimbangkan kebijakan BBM, maka diperkirakan defisit akan melebihi 1,63 persen. “Secara umum kita perhatikan, defisit fiskal dengan adanya krisis global, harga komoditas masih tertekan dan ekspor ke negara maju agak melambat, itu satu kondisi atau risiko, tapi BBM subsidi risiko lain. Oleh karena itu, ini (krisis global) akan direspons. Ini (BBM bersubsidi) pun akan direspons. Di sisi lain, perdagangan dan transaksi berjalan juga ada defisit,” kata Menkeu.

Sementara itu, terkait asumsi pengurangan BBM bersubsidi, Menkeu belum mau berkomentar selama belum ada keputusan akhir. “Saya tidak bisa komentar kalau harga. Saya tidak bisa sampaikan. Jangan sampai kita beri informasi yang kurang seimbang” tutur Menkeu.(iin)