Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Deflasi September Menenangkan Pasar Keuangan Indonesia

Jakarta, 02/10/2013 MoF (Fiscal) News - Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis pada Bulan September Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,35 persen. Dengan capaian ini selama Januari hingga September inflasi mencapai 7,57 persen. Sementara itu, inflasi year on year (yoy) sebesar 8,4 persen. Deflasi September merupakan pertama kalinya sejak 12 tahun lalu, dengan inflasi inti bulanan tercatat sebesar 0,57 persen dan secara  inflasi inti year on year (yoy) sebesar 4,72 persen.

Menteri Keuangan, M Chatib Basri menyambut baik hal tersebut. Menurutnya hal tersebut merupakan angin segar di tengah tekanan ekonomi global saat ini. Khususnya mengenai kebuntuan kesepakatan anggaran Amerika Serikat (AS) yang meniupkan sentimen negatif ke pasar keuangan global.

Menkeu mengatakan, kepercayaan investor di pasar keuangan Indonesia menunjukan hal yang positif akibat perbaikan ekonomi Indonesia tersebut. "Emerging market semua kena, lumayan kita di tengah isu shutdown kan. Karena rupiah menguat, terus stock market-nya naik. Lalu data mana pun yang dipakai mengenai pasar, semuanya  menguat, yield dari bond juga sudah balik lagi ke 8,1 persen," ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (1/10).

Dirinya mengatakan, kebuntuan pembahasan anggaran AS yang menyebabkan shutdown di pemerintahan negara adi daya tersebut, berdampak negatif pada fundamental negara-negara emerging market. "Shutdown ini bikin nervous di semua negara, liat aja emerging, semua stock market," ungkap Menkeu.

Meski demikian Menkeu meyakini, pemerintah AS pasti akan mendapatkan solusi yang terbaik guna menyelesaikan permasalahan ini. Sehingga pemulihan ekonomi global dapat segera terwujud. "Dugaan saya nanti akan ada kompromi politik ini, biasa lah deadlock-deadlock nanti juga selesai," tutur Menkeu. (rja)