Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Dengan Dukungan Pemerintah, Keuangan Syariah Punya Potensi Berkembang

Jakarta, 15 /04/2014 MoF (Fiscal) News – Terdapat banyak Bank Syariah asing yang ingin berinvestasi di Indonesia. Terkait dengan hal itu, pemerintah menyadari bahwa perkembangan jasa keuangan syariah cukup lambat karena peraturan dan pertimbangan hukum.


Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan II Bambang P.S. Brodjonegoro dalam acara Emerging Trends & Opportunities of Islamic Banks di Hotel Sangri-La, Jakarta pada Selasa (15/04). Namun demikian, Bambang percaya bahwa sektor keuangan syariah memiliki potensi yang besar untuk tumbuh dan berkembang lebih lanjut dengan dukungan pemerintah.


Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang mengkaji bagaimana instrumen dan peraturan dapat membentuk dan membantu sektor keuangan syariah untuk meraih potensi yang ada, termasuk membentuk kondisi yang seimbang antara sektor keuangan syariah dan jasa keuangan konvensional.


Selain kebijakan pajak di sektor keuangan syariah, peluncuran SBSN juga dapat membantu menyediakan instrumen investasi untuk industri jasa keuangan syariah dalam mengelola dana tersebut. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini fokus untuk memastikan stabilitas di sektor keuangan, termasuk sektor keuangan syariah.


“Saat ini, kami sedang menkaji dan mengidentifikasi isu di setiap elemen di sektor keuangan syariah, khususnya asuransi, perbankan, dana pensiun dan pembiayaan,” ungkap Bambang. Ia juga meyakini bahwa dengan pemetaan elemen-elemen tersebut, pemerintah dapat membuat kebijakan yang suportif dan tepat. (ya)