Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Depresiasi Rupiah Karena Tekanan Pada Neraca Modal

Jakarta, 18/07/2013 MoF (Fiscal) News - Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri mengatakan bahwa penyebab pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir dikarenakan adanya tekanan pada neraca modal. “Ini terjadi setelah Ben Bernanke mengatakan quantitative easing mau di-scale back, jadi isunya lebih di neraca modal,” kata Menkeu, Rabu (17/7).

Menkeu mengatakan bahwa tekanan pada neraca modal ini terjadi akibat keluarnya dana pada portofolio saham maupun surat utang. Hal ini terjadi karena para investor menarik investasi mereka atas kepemilikan di instrumen obligasi. Menkeu menjelaskan fenomena global ini terjadi di seluruh negara berkembang dan hampir seluruh mata uang mengalami depresiasi. Namun demikian, lanjut Menkeu, depresiasi rupiah relatif lebih ringan jika dibandingkan mata uang lain.

“Arus modal keluar karena sesuatu yang eksternal, tapi rupiah termasuk yang depresiasinya paling rendah dibandingkan misalnya Korea Won,” kata Menkeu. Menkeu mengatakan tekanan pada neraca modal masih akan terjadi dan secara keseluruhan mempengaruhi defisit transaksi berjalan.

Salah satu cara yang telah diupayakan untuk menekan defisit neraca transaksi berjalan adalah mengurangi impor BBM berkat kebijakan penyesuaian harga serta mendorong kinerja ekspor. “Yang mesti diwaspadai adalah neraca modal, tapi kita sudah selesaikan masalah BBM dan impor migas turun, kemudian memacu ekspor,” kata Menkeu. (nic)