Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Di Hadapan Tenaga Medis, Menkeu Sosialisasikan Amnesti Pajak

Jakarta, 24/10/2016 Kemenkeu - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerangkan manfaat Amnesti Pajak (Tax Amnesty) bagi profesi kesehatan, manajemen dan pemilik rumah sakit. Hal ini ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) ke-14 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Sabtu (22/10).

Tax Amnesty merupakan sarana hijrah dari warga negara yang tidak patuh menjadi warga negara yang patuh. Dan agar tidak membuat masyarakat khawatir, maka dibuatlah Undang-Undang Pengampunan Pajak untuk memberikan kepastian hukum,” katanya. Hal tersebut dilakukan karena pemerintah ingin memulai suatu hubungan yang baik yang dilandasi oleh harapan dan kepercayaan antara wajib pajak dengan pemerintah.

Dengan adanya Amnesti Pajak, lanjutnya, kewajiban pajak yang seharusnya dibayar pada masa lalu tetapi tidak dipenuhi, akan dihapus dari sanksi administrasi dan sanksi pidana di bidang perpajakan. Penghapusan sanksi tersebut dilakukan dengan cara pengungkapan harta dan pembayaran uang tebusan oleh Wajib Pajak. “Selama pendapatan Anda di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), dan Anda memiliki harta yang selama ini belum dilaporkan, silakan ikut Tax Amnesty,” katanya.

Ia menambahkan, yang terpenting bukanlah besar kecilnya uang tebusan yang dibayarkan, melainkan kesadaran Wajib Pajak untuk menjalankan kewajiban perpajakannya dengan benar. “Kecil atau besar (uang tebusan), buat saya tidak ada masalah. Tapi ini adalah suatu refleksi kepedulian kita menjadi warga negara Republik Indonesia dimana kita peduli terhadap negara ini dan oleh karena itu kita ingin negara ini menjadi baik, salah satunya wujudnya adalah membayar pajak,” tutupnya.(anh)