Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Di Spring Meeting 2017, Menkeu Bahas Proteksionisme hingga Pemberdayaan Wanita

Washington DC, 25/04/2017 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaian berbagai kegiatan yang telah dilakukannya dalam rangkaian acara pertemuan Spring Meeting International Monetary Fund- World Bank (IMF-WB) di Washington DC 19-24 April 2017 yang lalu.


Pertama, ia mengawali pidatonya untuk USINDO (US-Indonesia Society) yang dihadiri oleh investor, pembuat kebijakan, pimpinan dari sektor publik, LSM, dan swasta. Ia memberi penjelasan kondisi ekonomi Indonesia.


“Bagaimana kondisi ekonomi Indonesia, bagaimana program-program reformasi yang  dilakukan dan apa ambisi kita untuk menciptakan pertumbuhan yang makin tinggi tapi makin berkualitas baik, yang makin memiliki inklusivitas sehingga masyarakat bisa ikut berperan dan bermanfaat dalam pertumbuhan ekonomi tersebut”, ungkapnya.


Kedua, ia membahas pandangan mengenai kecenderungan proteksionisme maupun berbagai kegiatan yang dilakukan pemerintah Amerika yang berpotensi  menciptakan pengaruh terhadap pekonomian dunia. Topik ini yang sering dibahas dalam pertemuan ini. Dalam kesempatan yang sama, ia mendapat penghargaan dari USINDO  terkait aktivitas kepedulian kebijakan publik yang berhubungan dengan kemiskinan dan pembangunan di seluruh dunia.


Ketiga, ia juga membahas kebutuhan  pembangunan infrastruktur dan tantangan kemiskinan. “Bagaimana mendukung pembangunan infrastruktur tanpa hanya melalui pendanaan dari APBN tetapi dapat melalui skema-skema  agar mampu menarik dana dari swasta sehingga kita mampu membangun infrastruktur dan perekonomian Indonesia tanpa mengancam keberlangsungan kebijakan fiskal kita”, jelasnya.  


Selanjutnya, ia menjadi panelis pada acara Boosting Women's Economic Empowerment. Acara tersebut membahas pemberdayaan wanita yang hampir bersamaan dengan peringatan hari Kartini di Indonesia tanggal 21 April 2017. Dalam kesempatan tersebut, Menkeu berdiskusi dengan Menteri Keuangan Kanada & Direktur utama IKEA.


"Saya memperingati Hari Kartini dengan berpartisipasi sebagai salah satu panelis di dalam pembahasan women empowerment di seluruh dunia yang sangat penting untuk mencapai tujuan pengurangan kemiskinan dan menciptakan perimbangan dan inklusifitas serta kualitas pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia," terangnya. (nr/dns)