Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Di Tengah Keterbatasan, Menkeu Ajak Aparat Bea Cukai Bekerja Efektif

Jakarta, 18/06/2014 MoF (Fiscal) News - Menteri Keuangan M. Chatib Basri mengapresiasi kinerja aparat bea cukai yang terus berusaha melakukan pengawasan dan mencegah terjadinya kebocoran penerimaan negara melalui penggagalan upaya-upaya penyelundupan.

“Saya menyampaikan apresiasi saya secara khusus kepada Dirjen Bea Cukai bersama jajarannya karena saya kira seminggu atau dua minggu lalu berhasil melakukan langkah-langkah untuk mencegah penyelundupan BBM (bahan bakar minyak) yang paling besar dalam sejarah,” demikian dikatakan Menkeu pada Selasa (17/6) di Jakarta.

Seperti diketahui, aparat bea cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 60.000 ton BBM di perairan Batam, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu. ”Kita bisa bayangkan berapa besar kerugian negara yang terjadi karena itu,” ungkapnya. Untuk itu, ia berpesan agar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dapat terus meningkatkan kinerjanya. “Untuk mengatasi masalah penyelundupan, berbagai upaya untuk mencegah terjadinya kebocoran dari penerimaan bea cukai itu bisa diupayakan supaya itu terjadi seminimal mungkin,” ujarnya.

Meskipun saat ini DJBC juga dihadapkan pada masalah keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur, tetapi Menkeu berpesan agar dengan keterbatasan tersebut aparat bea cukai tetap dapat menjalankan fungsinya secara efektif. “Jika berhadapan dengan soal pengawasan, masih ada keluhan mengenai kapal bea cukai yang tidak cukup, mengenai jumlah petugas bea cukai seperti juga pajak yang tidak cukup, tetapi saya ingin sampaikan adalah itu memang kendala, dan tidak mungkin itu kita pecahkan dalam waktu empat bulan, dalam setahun terakhir,” urainya.

Menurutnya, hal itu merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh DJBC dan perlu disikapi dengan cara berpikir kreatif. “Saya kira inilah tantangannya,” katanya. Dengan segala keterbatasan tersebut, Menkeu meyakini, akan ada pemikiran-pemikiran inovatif, sehingga aparat bea cukai tetap dapat mengoptimalkan kinerjanya. “Kreativitas itu hanya akan datang dalam kondisi di mana petugasnya tidak cukup, uangnya tidak cukup, tetapi Saudara-Saudara bisa bekerja seoptimal mungkin. Di situlah ide-ide brilian bisa ditimbulkan,” pungkasnya.(nv)