Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Dialog Menkeu dengan Para Perempuan Muda untuk Pembangunan Setara

Jakarta, 08/03/2021 Kemenkeu - Mengambil momentum Hari Perempuan Internasional, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjadi pembicara dalam dialog antar generasi bertajuk “Women & Girls : Game Changers in Development” yang diselenggarakan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia), Sabtu (06/03). 

Dialog yang dilakukan secara daring ini merupakan acara puncak rangkaian kegiatan Girls Leadership Program (GLP) dan sebuah komitmen nyata untuk memberdayakan anak dan kaum muda perempuan. Menkeu mengaku senang karena program tersebut dapat melahirkan perempuan muda yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan leadership-nya.

“Jadi mereka yang selalu care kepada yang lain bukan pada dirinya sendiri, itu sangat khas dan itu adalah suatu aset yang sangat berharga, yaitu kepedulian dan keinginan untuk melakukan sesuatu yang membantu orang lain. itu luar biasa,” kata Menkeu yang juga berperan sebagai Principal Mentor bagi 120 anak dan kaum muda perempuan dari seluruh Indonesia sejak Desember 2020.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Plan International, Anne-Birgitte Albrectsen, mengatakan bahwa belum ada negara yang benar-benar menerapkan kesetaraan gender. Perempuan sejak kecil masih menghadapi gender stereotip dan bias di berbagai hal dari akses sekolah, pekerjaan, kesempatan memimpin maupun membuat berbagai keputusan untuk hidupnya.

“Untuk itu, kami bekerja dengan berbagai mitra untuk terus mendorong kesetaraan dan kepemimpinan bagi anak perempuan di berbagai bidang,” katanya.

Lebih lanjut, wanita yang kerap disapa Albre tersebut memaparkan bahwa 62% dari 10.000 anak dan kaum muda perempuan yang disurvei di 19 negara, mengatakan yakin dengan kemampuan mereka untuk memimpin dan 76% secara aktif ingin menjadi pemimpin dalam karier, komunitas, atau di negara mereka. Namun hingga kini, anak perempuan di berbagai pelosok masih menghadapi berbagai hambatan untuk maju.

“Kalau saya melihat anak-anak perempuan ini yang masih sangat muda, dan mereka memiliki kepercayaan diri, dan mereka terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang positif, saya sangat bangga. Jangan cepat menyerah, fokus pada tujuan yang ingin kalian capai, dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Tiga Girls Leaders yang berkesempatan bercerita dalam dialog tersebut antara lain Co-Director of BeWithYou, Della; Founder of Panti Carita, Brelyantika; dan Chairwoman of SLB Ada Bisa dan Pasti Bisa, Silvia. Silvia, berbagi cerita kegiatannya untuk dapat mengajak anak perempuan penyandang tuna rungu untuk berdaya.

“Saya ingin membantu dan menginspirasi anak perempuan penyandang tuli lainnya, bahwa kita juga bisa berkarya dan bekerja. Sebagai anak perempuan penyandang tuli, kita juga berhak diperlakukan setara. Dengan adanya program ini, saya bisa membantu meningkatkan keterampilan kerja dan kepercayaan diri teman-teman saya,” ungkap perempuan asal Mataram yang akrab dipanggil Vivi.

Sebagai informasi, berbagai pihak terlibat dalam dialog antar generasi ini termasuk pemerintah, sektor swasta, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga non-profit, media dan kaum muda. Turut hadir pula Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti, CEO Global Partnership for Education Alice Albright, Girl Leaders peserta GLP dan pimpinan beberapa Special Mission Vehicle, BUMN di bawah Kementerian Keuangan antara lain Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, PT Geodipa Energi (Persero), PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), PT Sarana Multi Griya Financial, dan PT Indonesia Infrastructure Finance yang turut mendukung kegiatan GLP.(fir/ip/hpy)