Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan keynotespeech dalam acara Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI Dan Kementerian Luar Negeri RI di Kementerian Luar Negeri, Jakarta (15/02)

Diplomasi Zaman Now Menurut Menkeu

Jakarta, 15/02/2018 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia sebagai suatu negara adalah keberadaannya di dunia internasional yang tidak begitu dikenal. Menkeu mengharapkan kemampuan para Kepala Perwakilan RI (Kaper) untuk melakukan reaching out (menarik) kepada para stakeholders dan masuk kepada nerve system (sistem syaraf)-nya sehingga keberadaan Indonesia tidak hanya diketahui, dikenali, tetapi juga diakui.

"Lebih bagus lagi tentu jika kita bisa menancapkan persepsi dan juga impresi mengenai Indonesia," ujar Menkeu pada Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI Dan Kementerian Luar Negeri RI di Kementerian Luar Negeri pagi ini (15/02).

Menkeu berpendapat bahwa para Kaper memiliki dua fungsi, yaitu menarik modal dari luar negeri dan membawa produk berupa barang dan jasa indonesia ke luar negeri. Walaupun kondisi ekonomi dunia sudah mulai stabil namun masih terdapat risiko yaitu negara-negara besar yang pada jaman dahulu merupakan sumber investasi dan tempat pemasaran saat ini memiliki kebijakan inward looking (berorientasi domestik yang dapat menggantikan produk impor), yang secara tidak langsung akan menaikkan trade barriers (regulasi atau peraturan yang membatasi perdagangan) tersebut harus tetap diwaspadai.

Jika Indonesia ingin pertumbuhan ekonomi didukung oleh investasi dan ekspor, maka Indonesia harus bekerja lebih keras dari sisi politik, ekonomi, hukum, hingga budaya agar bisa melakukan penetrasi lebih efektif di negara-negara tersebut. Sesuai dengan tujuan pembangunan Indonesia, yaitu menciptakan masyarakat adil dan makmur, selain mengusahakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil, pemerintah juga berupaya untuk mengentaskan kemiskinan, tak lupa melakukan investasi kepada manusianya agar produktivitas dan daya saing menjadi semakin baik, serta mengurangi ketimpangan.

Dalam hal ini pemerintah tidak hanya berusaha meningkatkan level of growth tetapi juga berusaha meningkatkan quality of growth yang merupakan salah satu indikator seberapa banyak pertumbuhan ekonomi dapat mengurangi kemiskinan, mengurangi ketimpangan dan meningkatkan kesempatan kerja. Pada acara ini, Menkeu juga menyampaikan sudut pandangnya mengenai peran dari diplomat.

“Jadi menurut saya, Indonesia diplomatnya harus diplomat yang memang open-minded, diplomat yang confidence keluar mengatakan ‘we, the country of Indonesia, kita akan ikut berpartisipasi, di dalam kancah dunia apa pun isunya," jelasnya.

Menutup sambutannya, ia mengajak kepada seluruh Kaper untuk bekerja dengan baik dan memberikan kontribusi yang maksimal untuk Indonesia. “Kita semua bekerja untuk membuat Indonesia agar tidak hanya terlihat bagus, but we are a really good country,” pungkasnya. (wln/ind/rsa)