Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Presiden Joko Widodo dan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina , Jakarta

Direktur Pelaksana IMF Terkesan dengan Pelayanan Kesehatan di Indonesia

Jakarta, 27/02/2018 Kemenkeu - Presiden Joko Widodo menerima Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde pada Senin, (26/02) di Istana Merdeka, Jakarta. Presiden menjelaskan bahwa peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini berjumlah 193,1 juta orang dan diberikan Kartu Indonesia Sehat. Dari jumlah itu, Pemerintah menanggung iuran bagi mereka yang kurang mampu berjumlah 92,4 juta orang. Semua peserta JKN dapat berobat gratis di hampir semua rumah sakit baik rumah sakit pemerintah maupun swasta yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Dikutip dari rilis resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Kepala Negara menyebutkan bahwa pengelolaan jaminan kesehatan dengan jumlah penerima lebih dari 100 juta orang merupakan hal yang tidak mudah. Menurutnya, banyak negara yang ingin melihat bagaimana jaminan kesehatan di Indonesia dikelola oleh pemerintah.

"Jaminan kesehatan dalam jumlah yang sangat besar seperti ini hanya ada di Indonesia," kata Presiden.

Lagarde sendiri takjub dan mengapresiasi terhadap apa yang dilihatnya saat peninjauan. Ia secara khusus menyoroti jaminan kesehatan di Indonesia yang telah mencakup lebih dari 90 juta masyarakat.

"Saya sangat terkesan dengan cakupan jaminan kesehatan yang diberikan kepada begitu banyak orang di Indonesia dengan tingkat pendapatan tertentu. Memiliki lebih dari 90 juta orang yang tercakup akses terhadap layanan kesehatan secara gratis benar-benar prestasi yang fantastis," ujar Lagarde.

Selain itu, Lagarde juga memuji fasilitas kesehatan yang diberikan kepada para penerima layanan kesehatan dari jaminan sosial. Demikian halnya dengan kecepatan dan pelayanan terhadap pasien yang ia lihat sendiri saat peninjauan berlangsung.

"Jadi, saya katakan bravo kepada Anda, Presiden Jokowi, dan kepada orang-orang yang bekerja di rumah sakit karena mereka juga sangat penting dalam memberikan perawatan dan pelayanan," tuturnya. (nr/rsa)