Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Dirjen Pajak: Repatriasi Amnesti Pajak Terbesar dari Singapura

Jakarta, 07/09/2016 Kemenkeu - Total harta yang dideklarasi oleh peserta Amnesti Pajak hingga 5 September 2016 mencapai Rp223,9 triliun. Dari jumlah tersebut, deklarasi harta dari dalam negeri tercatat mencapai Rp175,21 triliun, dari luar negeri sebesar Rp35,6 triliun, dan repatriasi sebesar Rp13,08 triliun.

Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi menyatakan, repatriasi terbesar berasal dari negara tetangga Singapura, dengan repatriasi sebesar Rp6,27 triliun dan deklarasi harta luar negeri sebesar Rp30,44 triliun.

“Repatriasi paling tinggi itu ternyata masih didominasi negara tetangga Singapura, dengan repatriasi Rp6 triliun, deklarasinya luar negeri Rp30 triliun,” jelasnya dalam konferensi pers di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (07/09).

Ia melanjutkan, repatriasi terbesar kedua berasal dari Australia, yaitu sebesar Rp124,72 miliar dan deklarasi harta luar negeri sebesar Rp2,41 triliun. Selanjutnya, Switzerland, dengan Rp677,10 miliar dan deklarasi harta luar negeri sebesar Rp660,34 miliar.

Di posisi keempat, Amerika Serikat dengan repatriasi sebesar Rp86,24 miliar dan deklarasi harta luar negeri sebesar Rp914,99 miliar; diikuti oleh Kepulauan Virgin (British Virgin Islands/BVI), dengan total repatriasi sebesar Rp32,66 miliar dan deklarasi harta luar negeri sebesar Rp927,31 miliar. “Ini yang masih sebagian, masih September awal, diharapkan sampai dengan akhir September nanti akan sesuai harapan kita semua,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan jenisnya, kelompok harta yang paling banyak dilaporkan didominasi oleh kas dan setara kas, dengan total deklarasi mencapai Rp87 triliun. Urutan selanjutnya yaitu investasi surat berharga, dengan total deklarasi sebesar Rp64 triliun.

“Diikuti oleh piutang dan persediaan Rp36 triliun; tanah dan bangunan Rp39 triliun; logam mulia, harta bergerak dan yang lain Rp9 triliun; kendaraan bermotor Rp3 triliun, kemudian harta tak berwujud lainnya Rp70 miliar,” pungkasnya.(nv)