Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ditjen Bea dan Cukai Musnahkan 12.967 Botol Miras Ilegal

Jakarta, 06/10/2015 Kemenkeu - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi memimpin langsung pemusnahan 12.967 botol atau setara dengan 6.181,4 liter minuman keras (Minuman Mengandung Etil Alkohol/MMEA) ilegal berbagai merek. Pemusnahan dilakukan pada Selasa (6/10) di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Jakarta.

Minuman keras yang dimusnahkan ini merupakan hasil tangkapan terbesar Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Jakarta sejak 1 Januari 2015. Dari total sebanyak 12.967 botol minuman keras tersebut, sebanyak 5.767 botol atau sekitar 4.381,4 liter merupakan minuman keras impor. Sementara, 7.200 botol atau sekitar 1.800 liter sisanya merupakan minuman keras produksi lokal.

Baik minuman keras impor maupun produksi lokal tersebut, menurut Dirjen Bea dan Cukai, diduga melakukan pelanggaran, salah satunya karena tidak dilekati pita cukai yang sah. “Di antara minumam (keras) ini bukan hanya ilegal dari sisi melanggar cukai dan pajak-pajaknya, tetapi ini juga ada yang palsu. Jadi selain membahayakan lingkungan masyarakat, juga membahayakan konsumennya,” jelasnya dalam konferensi pers sebelum pemusnahan dilakukan.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, minuman keras impor yang disita tersebut diduga melanggar ketentuan pasal 27 ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp4,65 miliar. Sementara, minuman keras produksi lokal diduga melanggar ketentuan pasal 50 dan 54 UU tentang Cukai, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp99,4 juta.

Kanwil DJBC Jakarta sendiri telah melakukan operasi besar-besaran di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak tiga bulan yang lalu. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas perintah Presiden Joko Widodo kepada DJBC untuk penertiban peredaran dan konsumsi minuman keras. “Kami harap ini tidak akan berhenti sampai di sini, operasi ini akan terus kami lakukan,” ungkap Kelapa Kanwil DJBC Jakarta Oza Olavia.(nv)