Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ditjen Perbendaharaan Siap Hadapi Tiga Agenda Besar 2014


Jakarta, 29/01/2014 MoF (Fiscal) News - Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan bersiap menghadapi tiga agenda besar pada tahun 2014. Hal tersebut disepakati dan menjadi kesimpulan Rapat Pimpinan Terbatas (Rapimtas) Ditjen Perbendaharaan yang berlangsung pada Sabtu (25/1), di Magelang.


Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono menyampaikan arahan dan prioritas kebijakan Ditjen Perbendaharaan tahun 2014. Pertama, terkait aspek organisasi dan proses bisnis, Dirjen Perbendaharaan meminta perlunya inovasi berkelanjutan yang diinisiasi oleh kantor vertikal Ditjen Perbendaharaan sebagai langkah penyempurnaan. Ia melanjutkan bahwa kebijakan bukan tidak mungkin lahir atas dasar usulan dari daerah (bottom up). Oleh karena itu, pihaknya siap menampung ide-ide cemerlang dari daerah sebagai bahan inovasi yang berkelanjutan, juga sebagai proses penyempurnaan kondisi yang sudah ada.


Kedua, dalam hal mendukung implementasi Government Finance Statistics (GFS) dan kerja sama Regional Economist, Ditjen Perbendaharaan akan memprioritaskan inisiatif kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, akademisi, pemerintah daerah, serta Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Dengan demikian, ia berharap, sinergi tersebut melahirkan peningkatan kualitas dan efektivitas hasil kinerja.


Ketiga, terkait dengan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN), Dirjen Perbendaharaan menegaskan kembali komitmen jajarannya yang ditandai dengan dimulainya Piloting SPAN pada 2 Januari 2014 lalu. Oleh karena itu, ia meminta seluruh komponen Ditjen Perbendaharaan mendukung keberhasilan implementasi SPAN pada setiap fase pelaksanaannya. Komunikasi dan edukasi kepada seluruh stakeholders juga harus sesegera mungkin dilakukan dan terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Selain itu, Dirjen Perbendaharaan juga mengajak seluruh jajaran Ditjen Perbendaharaan untuk peka dengan perkembangan kondisi makro ekonomi, yang pada tahun 2014 ini bisa jadi tidak lebih baik dibanding tahun 2013 lalu. Menurutnya, disadari atau tidak, pergerakan ekonomi dunia dan perubahan kondisi makro akan turut mempengaruhi kinerja fiskal Ditjen Perbendaharaan, yang pada gilirannya akan berdampak pada kinerja dan pencapaian target pekerjaan, baik di tingkat pusat maupun daerah.(wa/djpb)