Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ditjen Perbendaharaan Terima Study Visit Kementerian Ekonomi Kamboja

Jakarta, 27/07/2016 Kemenkeu - Direktur Jenderal (Dirjen) Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono menerima delegasi Kementerian Ekonomi dan Finansial Kamboja yang datang untuk melakukan sharing session dan belajar dari pengalaman yang miliki oleh Kementerian Keuangan Indonesia dalam pengelolaan keuangan negara pada Selasa (26/07). 

“Kami sebenarnya punya beberapa negara tujuan pada region ASEAN, namun Bank Dunia memberikan saran agar kami berkunjung ke Indonesia,” kata Deputi Sekretaris Jenderal Kementerian Ekonomi dan Finansial Kamboja Meas Soksensan.

Seperti diketahui, babak baru pengelolaan keuangan negara Indonesia ditandai momentum terbitnya Undang-Undang Keuangan Negara pada tahun 2003, dimana harmonisasi semua regulasi umum yang berlaku dengan regulasi di bidang keuangan negara diupayakan. Selanjutnya, penyempurnaan proses bisnis dilakukan dengan melibatkan seluruh organisasi dalam proses change management yang cukup panjang. 

“Change Management sangat krusial, bukan hanya merubah budaya kerja dalam pengelolaan treasury, namun juga disaat yang sama melakukan pengembangan di bidang teknologi informasi yang mengharuskan kita untuk selalu disiplin dalam melaksanakan SOP (standard operating procedure) pada sistem yang telah berbasis teknologi informasi,” ungkap Dirjen Perbendaharaan.

Berselang setahun dari Indonesia, Kamboja mengawali reformasi bidang keuangan negara pada tahun 2004, dengan memprioritaskan reformasi di bidang anggaran sebagai langkah awalnya. Kondisi saat itu, Kamboja tidak mempunyai catatan pasti mengenai berapa uang yang dimiliki. Namun, pada saat yang sama, belanja negara terus dilakukan. 

“Alasan lain Kamboja ingin mereformasi pengelolaan keuangan negara adalah ingin mengubah sistem budgeting dari line item ke program budgeting,” kata Deputi Sekretaris Jenderal Kementerian Ekonomi dan Finansial Kamboja.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Dirjen Perbendaharaan juga menyatakan bahwa komitmen yang kuat dan support dari top leader sangat penting dalam melakukan semua proses reformasi keuangan negara. Akan tetapi, kunci keberhasilan dalam proses pelaksanaan anggaran juga tidak lepas dari peran Kementerian/Lembaga sebagai spending ministry. 

Sebagai informasi, delegasi Kamboja merupakan salah satu dari sejumlah delegasi negara yang diagendakan untk melakukan study visit dan sharing session ke Direktorat Jenderal Perbendaharaan dalam kerangka program implementasi Integrated Financial Management Information System (IFMIS). Indonesia sendiri telah menerapkan IFMIS melalui Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN).