Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), dan TNI Angkatan Laut (AL) bersinergi mengamankan 1 ton 37,5 kilogram sabu (metamphetamine) dari Kapal MV Sunrise Glory yang berbendera Singapura

DJBC Bersama BNN dan TNI AL Berhasil Amankan 1 Ton 37,5 Kilogram Sabu

Jakarta, 21/02/2018 Kemenkeu – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), dan TNI Angkatan Laut (AL) bersinergi mengamankan 1 ton 37,5 kilogram sabu (metamphetamine) di Kapal MV Sunrise Glory yang berbendera Singapura.

“Kapal MV Sunrise Glory diamankan KRI Sigurot 864 pada tanggal 07 Februari 2018 di perairan Selat Phillip, perbatasan antara Singapura dan Batam. Melalui pemeriksaan awal, diketahui kapal tersebut ternyata dahulu bernama Shun De Man 66/Shun De Ching yang diduga melakukan aktivitas penyelundupan narkotika. Pangkalan TNI AL Batam pun melakukan koordinasi dengan BNN dan Bea Cukai untuk dukungan informasi dan peralatan," ungkap Direktur Jenderal Bea Cukai (Dirjen Bea Cukai) Heru Pambudi dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pusat BNN pada Selasa (20/02) sebagaimana dikutip dari laman DJBC.

Dirjen Bea Cukai menambahkan, bahwa pada Jum’at (09/02) DJBC Batam memberikan dukungan peralatan berupa trace detector dan anjing pelacak dari unit K-9 untuk memeriksa kapal tersebut, karena pencarian narkotika pada awalnya sempat tidak membuahkan hasil. Setelah unit K-9 didatangkan, petugas gabungan berhasil menemukan sabu dengan berat total 1 ton 37,5 kilogram yang disimpan pada tumpukan beras dalam palka tempat penyimpanan bahan makanan dan minuman yang sulit dijangkau.

“Dalam memberantas kejahatan, ada satu unsur penting penegakan hukum yang perlu diberi apresiasi, yaitu para anjing pelacak. Tak hanya sebagai atribut pelengkap, mereka punya andil besar dalam menggagalkan banyak operasi penyelundupan narkotika. Meski terlihat jinak dan cerdas, butuh banyak pelatihan dan upaya agar mereka bisa bekerja dengan baik. Tentunya tidak sembarang anjing bisa mendapat kesempatan bekerja dan dilatih sebagai anggota penegak hukum, karena perlu ada beberapa persyaratan yang dipenuhi,” tambahnya. (DJBC/hr/rsa)