Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

DJBC Bukukan Penerimaan Negara Rp180,4 Triliun

Jakarta, 11/01/2016 Kemenkeu - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) membukukan pungutan atas bea masuk, bea keluar, dan cukai sebagai penyumbang penerimaan negara sebesar Rp180,4 triliun. Angka ini sama dengan 92,5 persen dari total target dalam APBN-P 2015. Masing-masing penerimaan tersebut adalah bea masuk sebesar Rp31,9 triliun, bea keluar sebesar Rp3,9 triliun dan cukai sebesar Rp144,6 triliun.


Menurut Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, perlambatan ekonomi global membawa pengaruh besar atas penurunan di bea masuk dan bea keluar. Untuk memperlambat laju penurunan, DJBC juga melakukan upaya seperti kegiatan intensifikasi pembeaan, berupa Nota Pembetulan (Notul), Penelitian Ulang (Penul), dan audit.


Sementara itu, penerimaan cukai mengalami peningkatan yang signifikan yaitu naik sebesar 22,2 persen dibanding tahun 2014. Dari angka total penerimaan cukai, 96 persen disumbangkan oleh cukai rokok atau Rp139,5 triliun. Menurut Heru, keberhasilan peningkatan penerimaan cukai salah satunya disebabkan extra effort DJBC dalam bentuk peningkatan pengawasan rokok dan minuman keras ilegal.


“Penindakan rokok ilegal berkorelasi positif dan signifikan terhadap peningkatan penerimaan cukai. Extra effort juga berupa joint operation antara Bea Cukai dan DJP, di mana sepanjang 2015 telah dilakukan joint audit sebanyak 15 kali,” jelas Heru. Selain itu, kebijakan pemerintah untuk melunasi kredit cukai rokok tidak melewati tahun berjalan berdasarkan PMK Nomor 20/PMK.04/2015 dan terbitnya kebijakan kenaikan tarif cukai rokok tahun 2016 di bulan November, mendorong peningkatan pemesanan pita cukai sebesar 26,7%. (as)