Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

DJBC Kembali Gagalkan 3 Kasus Penyelundupan Sabu-sabu

Jakarta, 14/05/2014 MoF (Fiscal) News - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) beberapa waktu yang lalu telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu senilai Rp4,9 miliar atau seberat 3,7 Kg. Upaya penyelundupan tersebut dilakukan oleh sindikat internasional yang dilakukan dengan berbagai modus. Dalam upaya tersebut, Petugas DJBC mengamankan tujuh tersangka yang terdiri dari lima warga negara asing dan dua warga negara Indonesia. Ketujuh tersangka tersebut adalah pada kasus pertama terdiri dari seorang penumpang perempuan WN Afrika Selatan dan seorang tersangka laki-laki WNI, kasus kedua melibatkan seorang penumpang perempuan WN Uganda dan 2 tersangka laki-laki WNI, serta kasus ketiga adalah dua orang penumpang laki-laki WN Taiwan.


Pengungkapan kasus pertama terjadi pada Rabu (23/4). Petugas mencurigai seorang perempuan WN Afrika Selatan berinisial BD (47 tahun) melalui rute Hongkong-Jakarta. Ia diduga membawa barang larangan berupa narkotika. Atas kecurigaan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan badan dan pemeriksaan atas barang bawaan penumpang. Dari pemeriksaan mendalam pada koper yang dibawanya, petugas berhasil menemukan kemasan mencurigakan seberat 922 gram yang berada pada dinding koper.


Kasus kedua, terjadi pada hari Sabtu (26/4). Petugas mencurigai seorang perempuan WN Uganda berinisial TM (46) yang merupakan penumpang pesawat terbang rute Doha-Jakarta. Ia diduga membawa barang larangan berupa narkotika. Atas kecurigaan tersebut dilakukan pemeriksaan badan dan pemeriksaan atas barang bawaan penumpang.


Dari kecurigaan petugas kemudian diputuskan untuk dilakukan rontgen, dan hasilnya menunjukan tampilan benda asing di dalam perutnya yang diakui sebagai kapsul berisi methamphetamine (sabu-sabu). Kemudian dilakukan proses pengeluaran, petugas mendapati 83 kapsul berisi kristal bening dengan berat total 1.224 gram bruto. Kemudian, petugas melakukan control delivery dan berhasil menangkap dua WNI berinisial S (35 tahun) dan AI (32 tahun).


Sementara itu, kasus ketiga terjadi pada hari Senin (28/4). Petugas mencurigai 2 orang laki-laki WN Taiwan yang berinisial  CT (56) dan LC (34), yang merupakan penumpang rute Hongkong–Jakarta. Atas kecurigaan tersebut, dilakukan pemeriksaan badan dan pemeriksaan atas barang bawaan penumpang.  Pada saat dilakukan pemeriksaan badan dicurigai terdapat sesuatu yang disembunyikan. Setelah diperintahkan untuk mengeluarkan, diketahui tersangka CT dan LC masing-masing membawa kemasan berisi kristal bening seberat 842 gram dan 724  gram.


Tersangka kasus pertama dan kedua beserta barang bukti diserahkan kepada Penyidik Satres Narkoba Polresta Bandara Soekarno Hatta untuk pengembangan lebih lanjut. Sedangkan pada kasus terakhir, tersangka dan barang bukti diserahkan kepada Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim POLRI untuk pengembangan lebih lanjut.


Metamphetamine sesuai UU nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika tanggal 12 Oktober 2009 merupakan kategori Narkotika Golongan I. Penyelundupan Narkotika Golongan I ke Indonesia adalah pelanggaran pidana sesuai pasal 113 ayat 1 dan 2, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp10 miliar. Dalam hal barang bukti beratnya melebihi 5 gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum Rp10 Miliar ditambah 1/3. (nic)

 

Selengkapnya : Bea dan Cukai Soekarno Hatta Menggagalkan Empat Kasus Sebanyak 3.712 Gram Methamphetamine