Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

DJP Gali Potensi Penerimaan Pajak

Jakarta, 26/06/2013 MoF (Fiscal) News – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus melakukan upaya penggalian potensi pajak di sektor unggulan masing-masing Kantor Pelayanan Pajak (KPP), salah satunya sektor properti. Hal ini dilakukan guna mencapai pertumbuhan penerimaan pajak yang diharapkan dapat mencapai sekitar 19 persen. Demikian disampaikan Kepala Seksi Hubungan Eksternal DJP Chandra Budi di Jakarta, Selasa (25/6).

Ia menjelaskan, penerimaan pajak sampai dengan 14 Juni 2013 mencapai Rp384,1 triliun atau 36,85 persen dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013 yang sebesar Rp1.042 triliun. Namun, jika menggunakan target pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013 yang sebesar Rp995 triliun, maka pencapaian penerimaan pajak tersebut telah mencapai 38,6 persen. “Dibandingkan periode yang sama tahun lalu tetap terjadi pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 6,6 persen. Angka ini cukup baik di tengah kondisi perekonomian global yang belum membaik,” terangnya.

Berbagai upaya untuk meningkatkan penerimaan pajak telah dilakukan oleh DJP. Salah satunya adalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap wajib pajak yang bergerak di sektor properti mulai Juli 2013 ini. Hal ini dikarenakan hasil penelitian awal DJP menunjukkan, terdapat potential loss penerimaan pajak akibat tidak dilaporkannya transaksi sebenarnya atas jual-beli tanah/bangunan, termasuk properti, real estat dan apartemen. Potensi penerimaan pajak yang hilang tersebut berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) final pasal 4 ayat (2), yaitu penghasilan yang diterima penjual (developer/pengembang) karena melakukan transaksi jual beli tanah/bangunan dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas transaksi barang kena pajak berupa tanah/bangunan yang bukan kategori sangat sederhana. “Diharapkan dengan tambahan penerimaan pajak dari sektor properti dan ditambah dengan penggalian potensi pajak lainnya, maka penerimaan pajak tahun 2013 dapat tercapai,” pungkasnya.(ans)