Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

DJP Optimalkan Penerimaan dari Sektor Properti dan Pertambangan



Jakarta, 20/12/2013 MoF (Fiscal) News - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan siap mengejar potensi kurang bayar dari sektor properti. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany pada Kamis (19/12).

Ia menambahkan, pada penghujung tahun 2013 DJP akan terus mengoptimalkan hasil audit pada sektor properti dan sektor pertambangan. Terkait penerimaan pajak dari sektor properti, Dirjen Pajak menjelaskan, hingga akhir 2013 DJP telah menargetkan penerimaan mencapai Rp60 triliun. Menurutnya, target penerimaan tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp10 triliun dari tahun 2012 yang sebesar Rp50,55 triliun. Kenaikan penerimaan pajak sektor properti ini berasal dari pajak konstruksi dan pajak real estate.

Saat ini, DJP tengah gencar melakukan pengetatan pemeriksaan pajak sektor properti. Hal ini, menurut Dirjen Pajak, akan berdampak positif bagi meningkatnya kepatuhan wajib pajak (WP) di sektor properti dalam membayar pajak.

DJP mencatat, pajak penghasilan (PPh) dari sektor properti tumbuh paling pesat tahun ini, meningkat 28 persen dari tahun lalu. Penerimaan sampai dengan pertengahan Desember 2013 mencapai sekitar Rp50 triliun. Namun, dari hasil perhitungan kasar DJP, penerimaan pajak dari sektor properti seharusnya dapat mencapai sekitar Rp60 triliun. "Itu belum melihat data detailnya," jelasnya. Seperti diketahui, DJP mulai memeriksa pembayaran PPh terhadap seluruh perusahaan properti sejak September 2013.(ak)