Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

DJP Sandera Dirut Perusahaan Penunggak Pajak Rp27 Miliar

Jakarta, 30/10/2015 Kemenkeu - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kembali melakukan penyanderaan (gijzeling) atas penunggak pajak berinisial FR, direktur utama PT DBL. Penyanderaan telah dilakukan pada Senin (26/10), dan saat ini FR dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Pasir Tanjung Cikarang Bekasi.

Sebelumnya, DJP juga telah menyandera dua penanggung pajak lain PT DBL, yang menunggak pajak hingga Rp27 miliar. Keduanya berinisial IKS dan MS, disandera di tempat yang sama. Dengan demikian, total sudah ada tiga penanggung pajak PT DBL yang disandera oleh DJP.

Ketiga penanggung pajak yang disandera tersebut dapat dilepaskan apabila utang pajak dan biaya penagihan pajaknya telah dibayar lunas, jangka waktu yang ditetapkan dalam Surat Perintah Penyanderaan telah terpenuhi, berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, atau berdasarkan pertimbangan tertentu Menteri Keuangan/Gubernur.

Seperti diketahui, penyanderaan merupakan pengekangan sementara waktu penanggung pajak di tempat tertentu. DJP berharap, dengan upaya penyanderaan ini, Wajib Pajak dapat segera melunasi utang pajaknya serta memberikan efek jera kepada para penunggak pajak lainnya.

Pada prinsipnya, penagihan pajak dilakukan dengan memperhatikan itikad baik Wajib Pajak dalam melunasi utang pajaknya. Semakin baik dan nyata itikad Wajib Pajak untuk melunasi utang pajaknya, maka tindakan penagihan pajak secara aktif (hard collection) dengan pencegahan ataupun penyanderaan tentu dapat dihindari oleh Wajib Pajak. Komunikasi dengan KPP dalam rangka menyelesaikan utang pajaknya merupakan langkah awal Wajib Pajak untuk bersikap kooperatif.

DJP mengimbau agar Wajib Pajak yang masih mempunyai utang pajak dapat segera memanfaatkan Tahun Pembinaan Wajib Pajak 2015. Hal ini dikarenakan, jika utang pajak dilunasi pada tahun ini, sanksi bunga penagihan sesuai Pasal 19 Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan akan dihapuskan.(nv)