Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Dorong Pendalaman Pasar Keuangan, BI Fasilitasi Kesepakatan Mini MRA



Jakarta, 19/12/2013 MoF (Fiscal) News - Delapan bank menandatangani Mini Master Repo Agreement (MRA) transaksi repo pada Rabu (18/12) di Jakarta, dengan disaksikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo. Delapan bank yang terdiri atas Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Central Asia, Bank Panin, Bukopin, Bank DKI, dan Bank Jabar Banten tersebut bersepakat untuk menggunakan kontrak standar dalam transaksi repo antarbank, sehingga mempermudah pelaksanaan transaksi tersebut.


Mini MRA tersebut ditujukan untuk transaksi repo antarbank di pasar uang rupiah. Implementasi Mini MRA dimaksudkan untuk mendukung pendalaman pasar uang rupiah dengan cara mendorong penggunaan kontrak standar dalam transaksi repo antarbank, sehingga mempermudah dan meminimalkan potensi risiko pelaksanaan transaksi repo antarbank. “Dengan kemudahan bertransaksi diharapkan pasar repo antarbank akan lebih berkembang, mendorong terciptanya pasar uang antarbank yang lebih dalam dan resilience terhadap gejolak, sekaligus memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi bagi perbankan dalam pengelolaan likuiditas,” jelas Gubernur BI.


Beberapa hal pokok yang disepakati dalam Mini MRA ini antara lain pertama, kewajiban top up untuk meminimalkan risiko pasar, apabila harga pasar surat berharga mengalami penurunan melebihi risiko yang dapat diterima oleh pelaku. Kedua, dapat melakukan early termination untuk meminimalkan risiko counterparty dengan melindungi para pihak agar tidak menderita kerugian secara total, apabila salah satu pihak berpotensi default. Ketiga, untuk kemudahan administrasi transaksi, Mini MRA hanya ditandatangani sekali, selanjutnya setiap transaksi repo hanya berdasarkan konfirmasi transaksi penjualan dan pembelian kembali surat berharga yang merupakan lampiran dari Mini MRA.


Kesepakatan penggunaan kontrak perjanjian standar yang disepakati oleh kedelapan bank tersebut diharapkan akan diikuti oleh perbankan secara luas, sehingga market line repo antarbank dapat segera terbentuk. Selain itu, Mini MRA ini juga diharapkan dapat mendorong transaksi repo dengan underlying instrumen pasar uang lainnya, sehingga mendukung upaya pendalaman pasar keuangan yang lebih luas. Maraknya perkembangan pasar repo antarbank juga diharapkan dapat memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter BI guna mencapai stabilitas harga.(wa)