Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Dua Sisi Sukuk Bagi Pemerintah dan Investor


 

Jakarta, 02/02/2012 MoF (Fiscal) News – Penerbitan sukuk memiliki dua sisi menguntungkan, yaitu bagi pemerintah dan investor. Bagi pemerintah, sukuk menjadi diversifikasi sumber pembiayaan APBN dan perluasan basis investor di pasar domestik. Sedangkan bagi investor, sukuk menjadi alternatif instrumen investasi yang berbasis syariah, serta mendukung pengembangan pasar keuangan syariah. Hal tersebut disampaikan Kasubdit Peraturan SBSN dan Evaluasi Kinerja Direktorat Pembiayaan Syariah DJPU Dwi Irianti Hadiningdyah saat sosialisasi sukuk Malang.

Sosialisasi di Malang tersebut merupakan rangkaian acara pre marketing sukuk Negara ritel kota ke dua, setelah sebelumnya dilakukan di Lampung. Dwi Irianti menjelaskan, sukuk negara ritel seri 004 ini memiliki underlying assets berupa proyek-proyek infrastruktur yang akan dikerjakan oleh pemerintah pada tahun ini dan sudah masuk ke dalam APBN 2012. "Dana yang terhimpun dari sukuk seri 004 akan digunakan membiayai proyek tersebut, sehingga dengan membeli sukuk, masyarakat dapat berperan aktif berpartisipasi dalam pembangunan," jelasnya.

Ia juga menambahkan, bagi investor, salah satu keuntungan sukuk adalah likuiditas yang tinggi. Karena, sukuk dapat dijual di pasar sekunder melalui bursa maupun over the counter. “Untuk jual kembali sukuk yang belum jatuh tempo, akan sangat mudah karena jika belum ada yang beli, maka agen penjual akan sebagai standby buyer,” katanya.

Dalam acara ini, hadir pula sebagai pembicara Head of Research PT Mega Capital Indonesia Danny Eugene dan Kepala Unit Informasi dan Pemasaran PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Surabaya Nur Harjanti. Menurut Danny, instrumen ini menarik dengan risiko gagal bayar nihil, namun keuntungan yang didapat lebih besar dibanding deposito. Sedangkan Nur Harjanti mendorong pembelian sukuk pada pasar perdana, karena tidak ada perhitungan biaya lain-lain. “Sementara, jika membeli di pasar sekunder, investor harus memperhitungkan biaya broker, biaya transaksi dan dana jaminan,” jelasnya. (iq)