Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Dukungan Investor Domestik untuk Perkuat APBN

Jakarta, 07/12/2015 Kemenkeu - Dari data Direktorat Jenderal Pengelolaan, Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, kepemilikan asing pada Surat Utang Negara (SUN) denominasi rupiah berada di kisaran 37 persen. Angka ini dianggap relatif tinggi jika dibandingkan dengan beberapa negara lain, misalnya Jepang yang sebesar 9 persen saja. Menurut Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, dalam jangka pendek, harus ada mekanisme pasar untuk menekan tingginya angka kepemilikan asing ini.

“Dalam jangka pendek kita harus upayakan turun nilainya kepemilikan asing. Harus ada market mechanism (mekanisme pasar). Market mechanism ini muncul kalau ada basis investor domestik yang besar dan makin kuat,” jelasnya saat acara Investor Gathering 2015 di Aula Dhanapala, Kemenkeu pada Senin (07/12).

Harapannya, jika surat utang sudah didominasi domestik, maka Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ideal dapat terwujud. “Idealnya APBN kita dari rakyat untuk rakyat,” katanya. Maksudnya, dimana pengeluaran dari APBN digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, namun di sisi sumber juga berasal dari rakyat itu sendiri, dengan kepemilikan surat utang oleh domestik. “Tentunya pertama setelah membayar pajak dengan benar,” tegasnya. (as)