Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan keynotespeech dalam acara alam Rapat Kerja Nasional Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) di Gedung Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) (17/01)

Dunia Pendidikan Harus Tanggap Terhadap Era Digital

Medan, 17/01/2018 Kemenkeu  - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan keynote speech pada Rapat Kerja Nasional Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) di Gedung Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU). Ia menjelaskan bahwa perubahan teknologi telah mengubah proyeksi ekonomi secara sangat drastis dalam era digital. Bahkan teknologi bisa mengancam dari sisi kesempatan kerja.

"Oleh karena itu kita sebagai negara yang memiliki penduduk yang sangat besar dengan populasi demokrasi yang masih muda harus mampu memusatkan perhatian bagaimana menyikapi di era teknologi ini, di dalam konteks sosial ekonomi Indonesia," harapnya pada Rabu (17/01).

Mayoritas tingkat pendidikan masyarakat Indonesia yang hanya menengah dasar, memposisikan Indonesia di dalam posisi yang harus mengantisipasi dengan adanya kemajuan teknologi yang dapat secara mudah mengganti tenaga kerja manusia terutama yang sifatnya sederhana. 

"Oleh karena itu peranan kita semua terutama bagi Bapak dan Ibu sekalian yang mengelola pendidikan tinggi dan riset adalah menyiapkan Indonesia di dalam menghadapi era digital ini. Pemerintah akan terus memformulasikan kebijakan yang sesuai baik dari sisi perpajakan maupun dari sisi alokasi anggaran," jelas Menkeu.

Dunia pendidikan merupakan salah satu sektor yang diharapkan dapat mengantisipasi dinamika di era digital, karena kedepannya perguruan tinggi bahkan diperkirakan tidak perlu ada lagi karena masyarakat mampu belajar melalui apa yang disebut massive online course. 

"Ini adalah pemikiran yang tentu diharapkan bisa diantisipasi oleh pendidikan tinggi di Indonesia sehingga kita tidak di dalam posisi yang kemudian harus reaksi namun bisa antisipasi. Bapak Presiden dalam berbagai kesempatan selalu menekankan perlunya dunia pendidikan tinggi mampu membuka pemikiran yang progresif sehingga kita tidak terkendala dengan berbagai regulasi dan policy yang dibuat oleh kita sendiri," tutupnya. (ip/ind/rsa)