Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

E-SBN, Cara Baru Berinvestasi Secara Online

Jakarta, 06/04/2018 Kemenkeu-Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko (DJPPR) Kementerian Keuangan merilis rencana peluncuran Surat Berharga Negara yang dapat dibeli secara online (e-SBN) seri SBR003 yang akan diluncurkan pada 14 Mei 2018 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko (DJPPR) Luky Alfirman di ruang Media Gedung Juanda 1 Kementerian Keuangan pada Jumat, (06/04).

"Kita ingin mengubah paradigma masyarakat investment society yang sebelumnya hanya sekedar saving society, sekedar menabung, (menjadi) mayarakat yang punya kesadaran berinvestasi. Caranya gimana? Menyediakan instrumen yang mudah diakses. Ini akan menarik generasi milennial yang tidak suka proses yang panjang dan sangat tergantung dengan gadget, internet. Ini yang coba kita hasilkan," papar Dirjen DJPPR.  

SBR 003 sangat terjangkau bagi generasi milennial karena dapat dimiliki mulai dari Rp1 juta. Batas maksimal kepemilikan SBR 003 adalah Rp3 miliar dengan yield di atas rata-rata bunga deposito bank BUMN. 

"Sejak diterbitkan, kita sudah berjanji bahwa tingkat bunga SBN Ritel itu selalu lebih tinggi dari tingkat bunga rata-rata deposito (bank) BUMN," jelas Direktur Surat Utang Negara (Direktur SUN) Loto Srinaita Ginting.

Mekanisme pemesanan pembelian SBR003 dilakukan secara langsung kepada Pemerintah melalui sistem elektronik yang disediakan oleh mitra distribusi (agen penjual) yang direncanakan mulai tanggal 14-25 Mei 2018. Mitra distribusi pilot project (dalam proses pendaftaran) terdiri dari 6 bank, 2 perusahaan efek dan 1 Fintech. Enam bank tersebut adalah Mandiri, BNI, BRI, BCA, Permata dan DBS. Sedangkan mitra perusahaan efek adalah Tri Megah dan Bareksa. Adapun mitra Fintech adalah Investree. 

"Saat ini ada 6 bank, 2 perusahaan efek dan 1 Fintech. Seingat saya Fintechnya Investree, perusahaan efeknya adalah Trimegah dan Bareksa. Enam banknya adalah Mandiri,BNI, BRI, BCA, Bank Permata dan DBS, ungkap Direktur SUN.  

Adanya sistem pemesanan pembelian secara online merupakan inovasi Pemerintah untuk mempermudah akses masyarakat berinvestasi di SUN Ritel serta memberi alternatif dari pembelian secara offline. (nr/rsa)