Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Edukasi Kemenkeu Mengajar Tetap Diselenggarakan Virtual

Jakarta, 30/11/2020 Kemenkeu - Pengelolaan keuangan negara sangat penting untuk menunjang pembangunan Indonesia dalam meraih cita-cita bangsa. Oleh karena itu, hal tersebut harus dilakukan secara hati-hati dan penuh tanggungjawab. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada kegiatan Kemenkeu Mengajar Tahun 2020, yang diselenggarakan secara virtual pada Senin (30/11).

"Kalau kalian di kelas ada yang menjadi bendahara kelas memiliki tugas untuk mengumpulkan iuran dari teman-teman dan kemudian dijadikan sebagai uang bersama, maka uang negara juga sama. Kita mengumpulkan semua dari pembayar pajak yang menjadi wajib pajak di Indonesia atau kita mengumpulkan dari sisi bea cukai dan juga pengumpulan yang berasal dari kekayaan Indonesia. Kemudian semua uang penerimaan itu dipakai untuk mendanai seluruh kegiatan bernegara yang disebut belanja negara," jelas Menkeu.

Menkeu melanjutkan bahwa penerimaan negara dikelola oleh Kementerian Keuangan melalui 3 (tiga) instansi yaitu Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang bertugas mengumpulkan pajak dari masyarakat, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang mengelola penerimaan negara dari sektor bea dan cukai, serta Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) yang bertanggung jawab mengelola sektor penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Kemudian, Menkeu melanjutkan bahwa semua penerimaan negara itu digunakan untuk membiayai kegiatan penyelenggaraan negara dan pembangunan Indonesia dalam rangka mencapai cita-cita bangsa yaitu sebagai negara yang adil dan makmur.

Menkeu menyebut bahwa prioritas belanja negara yang ada dalam APBN diantaranya untuk membiayai kesehatan masyarakat termasuk dalam situasi Covid-19 saat ini, membiayai pendidikan untuk meningkatkan kecerdasan bangsa, serta untuk membangun berbagai infrastruktur. Selain itu, belanja negara juga diprioritaskan untuk pembangunan teknologi dan informasi, untuk menunjang sektor ketahanan pangan serta transfer ke daerah.

"Kalau contoh belanja negara di bidang pendidikan yaitu kalian akan mendapatkan fasilitas pendidikan mulai dari alokasi anggaran untuk gaji gurunya, biaya operasi sekolah kalian, serta biaya kuota internet untuk murid dan guru. Itu semuanya adalah supaya kalian menjadi generasi yang lebih baik ke depan, punya ilmu pengetahuan, dan selalu bisa belajar, entah itu belajar dari kelas, belajar dari buku dan belajar dari seluruh penugasan yang diberikan oleh guru kalian. Ini yang menyebabkan kalian akan menjadi anak-anak yang pintar yang nanti punya kemampuan berpikir untuk mengurus diri kalian sendiri dan mengurus Indonesia," jelas Menkeu.

Setelah itu, dalam mekanisme pengelolaan keuangan negara juga membutuhkan pertanggungjawaban keuangan, sebut Menkeu. Semua pendapatan dan belanja negara tadi dicatat dan kemudian akan diperiksa oleh lembaga auditor yaitu BPK. Hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan keuangan negara.

Sebagai informasi, Kemenkeu Mengajar adalah kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh para pegawai Kementerian Keuangan dengan semangat kerelawanan. Di tengah pandemi Covid-19 pada tahun ini, Kemenkeu Mengajar dilakukan secara virtual dengan melibatkan 1.250 relawan yang tersebar di seluruh Nusantara untuk mengajar pada Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Pada hari ini ini, para relawan akan mengajarkan tentang peran Kementerian Keuangan dalam membangun negeri, pengenalan profesi para relawan dan peranannya di Kemenkeu, pengenalan nilai-nilai di Kemenkeu, dan ajakan untuk terus berkontribusi pada negeri dengan tetap semangat meraih cita-cita sebagai penerus bangsa. (nug/hpy/nr)