Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ekonom: Pemerintah Tak Perlu Khawatirkan Cadangan Devisa

Jakarta, 08/07/2013 MoF (Fiscal) News - Kepala Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI) Ryan Kiryanto menilai, pemerintah tidak perlu mengkhawatirkan terjadinya penurunan cadangan devisa pada Bulan Juni 2013. Penurunan cadangan devisa tersebut, lanjutnya, disebabkan adanya pembayaran bunga utang luar negeri pemerintah, pemenuhan kewajiban Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pembayaran impor bahan baku dan intervensi Bank Indonesia (BI) untuk meredam atau menahan kejatuhan rupiah lebih dalam lagi.

Di sisi lain, kinerja ekspor belum mampu membantu menahan kebutuhan dolar AS untuk memenuhi keperluan impor barang modal dan bahan baku yang terbukti masih mencatatkan defisit pada neraca perdagangan pada Bulan Mei 2013 sebesar 590 juta dolar AS. “Posisi cadangan devisa yang 98 miliar dolar AS ini masih aman karena bisa memenuhi kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah selama 5,4 bulan ke depan,” urainya.

Menurutnya, BI atau pun pemerintah tidak perlu mengkhawatirkan posisi cadangan devisa yang jumlahnya di bawah 100 miliar dolar AS. Yang perlu dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah menjaga agar fundamental ekonomi tetap terjaga dengan baik dan mengurangi tekanan ke depan sejalan dengan recovery ekonomi Amerika Serikat dan Jepang.

Selain itu, BI juga harus dapat menjaga kebutuhan dolar AS sepanjang waktu, agar depresiasi rupiah tidak semakin liar, sehingga kepercayaan pasar dapat tetap dijaga. “Tidak ada istilah batas psikologis untuk cadangan devisa, untuk mendongkrak cadangan devisa maka ekspor harus digenjot secara habis-habisan, kurangi impor barang konsumsi, reschedule pembayaran utang luar negeri pemerintah maupun swasta, menciptakan iklim investasi yang baik agar FDI (Foreign Direct Investment) masuk, dan stop kredit dalam dolar AS untuk sementara waktu,” pungkasnya.(ans)