Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ekonomi Global Belum Stabil, RI Cari Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Jakarta, 18/07/2016 Kemenkeu - Indonesia perlu mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih berkesinambungan dan sedapat mungkin tidak tergantung pada kondisi global. Ini ditegaskan juru bicara Kementerian Keuangan Luky Alfirman dalam Sosialisasi dan Training Amnesti Pajak di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Kamis (14/07).

Hal tersebut dilatarbelakangi kondisi perekonomian global saat ini masih mengalami ketidakpastian. Bagi Indonesia, tantangan terbesar datang dari kondisi perekonomian Tiongkok, yang merupakan mitra dagang utama. Seperti diketahui, tren perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok masih berlangsung hingga saat ini.

“China saat ini mitra dagang nomor satu Indonesia, baik ekspor impor kita itu terbesar dari dan ke China (Tiongkok). China itu dari sisi ukuran ekonomi kedua di dunia, dan kita tahu, China itu di tahun 2010 masih tumbuh di dua digit, saat ini terakhir China itu tumbuh hanya sekitar 6,9 persen saja, jadi terpotong kurang lebih 20 persen hanya dalam waktu 5 tahun. Dan itu pasti berdampak ke Indonesia,” jelasnya.

Ia menambahkan, hal tersebut berdampak pada perekonomian domestik, termasuk pada penerimaan perpajakan. “Kondisi ini yang melatarbelakangi bahwa kebutuhan untuk kita mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang baru yang lebih sustainable sifatnya, yang tidak tergantung pada kondisi global, karena kondisi global masih penuh ketidakpastian,” katanya.(nv)