Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ekonomi Global Masil Melemah, RI Optimalkan Sumber Pertumbuhan Domestik

Jakarta, 20/06/2016 Kemenkeu - Melemahnya perekonomian global berdampak langsung kepada perekonomian nasional. Dengan kondisi tersebut, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menilai, tahun ini Indonesia harus kembali mengandalkan sumber pertumbuhan ekonomi domestik.

"Mau tidak mau, kita bisa tumbuh dengan kemampuan  sendiri, dengan apa yang bisa kita jaga sebagai sumber pertumbuhan domestik, apakah dari konsumsi atau investasi,” jelasnya pada acara Gathering Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Kantor Pusat Apindo, Jakarta pada Jumat (17/06).

Namun demikian, ia melanjutkan, kemampuan investasi pemerintah saat ini cukup terbatas, karena anggaran yang tersedia juga terbatas. Oleh karena itu, ia kembali menegaskan pentingnya tax amnesty yang akan diikuti dengan repatriasi. Menurut Menkeu, repatriasi aset akan meningkatkan likuiditas di dalam negeri dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Dengan adanya tax amnesty ini diharapkan dapat mendorong ekonomi kita sekarang dan seterusnya, karena salah satu unsur utama tax amnesty adalah repatriasi, yang kita harapkan adanya inflow ke Indonesia, menambah likuiditas di dalam negeri, dan pelan-pelan dapat memenuhi sisi permintaan konsumsi dan investasi,” urainya.

Sebelumnya Menkeu menguraikan, pemulihan perekonomian global saat ini masih berlangsung lambat dan tidak merata, yang menimbulkan berbagai risiko bagi perekonomian domestik. Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk dapat mengoptimalkan berbagai sumber pertumbuhan ekonomi dari dalam negeri.

"Kalau di masa lalu harga komoditas tinggi, harga minyak tinggi, atau ada quantitative easing dari Amerika yang membuat banyak capital inflow masuk ke Indonesia, semua faktor tadi tidak ada tahun ini. Cina (Tiongkok) masih mengalami pelemahan, bahkan mulai muncul risiko-risiko yang belum pernah kita dengar sebelumnya," jelasnya.(anh)