Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ekonomi Indonesia dan Kebijakan Fiskal Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara


Bandung, 19/02/2011 MoF (Fiscal) News - “World Bank mengatakan 15 tahun dari hari ini, Indonesia akan menjadi negara terbesar ketiga di dunia. Demikian diungkapkan Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati dalam kuliah umum pada acara Entrepreneurship Challenge 2011 yang digelar oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 19 Februari 2011. Kuliah umum tersebut mengangkat tema Update Ekonomi Indonesia dan Kebijakan Fiskal.

Menurut Anny, dari sisi ekonomi, ada empat faktor yang harus diperhatikan untuk membesarkan Indonesia. Pertama, economy growth, dimana pemerataan pertumbuhan ekonomi harus terbagi dengan baik. Kedua adalah tingkat inflasi yang terkendali. Ketiga, unemployment atau tingkat pengangguran dikurangi dan keempat adalah pertumbuhan ekonomi diikuti dengan pendapatan yang lebih baik.

“Support dari government dibutuhkan karena pemerintah fungsinya sebagai fasilitator sehingga negara bisa menjadi besar seperti yang kita inginkan. Lewat mana Pemerintah bekerja
? lewat kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah membelanjakan anggarannya untuk bisa memenuhi kebutuhan ekonomi melalui APBN. Kebijakan fiskal yang baik untuk mendorong perekonomian adalah kebijakan fiskal yang sehat serta berkelanjutan,” papar Anny didepan ratusan mahasiswa dan undangan yang memenuhi Gedung Sasana Budaya Ganesha Bandung.

Pertumbuhan ekonomi dunia saat ini
digerakkan oleh Emerging Market  Asia, dimana Indonesia adalah salah satu negara yang termasuk didalamnya selain Cina, Singapura, dan India. Asia sebagai Emerging Market mulai bertumbuh ketika Amerika mengalami krisis subprime mortgage pada tahun 2008 serta krisis Eropa yang disebabkan oleh ketidakmampuan Yunani membayar hutangnya. “Ketika ekonomi dunia tumbuh, maka akan ada demand dan implikasi untuk Indonesia, yaitu adanya pasar yang tumbuh di Indonesia dalam bentuk ekspor barang dan jasa. Tahun ini adalah rekor bagi Indonesia, dimana cadangan devisanya sebesar USD96 milyar dan kita berharap tahun ini pertumbuhan ekonomi dunia meningkat 4,4%-4,5%, pungkas Anny. (ark)