Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan Keynote Speech pada acara Seminar Nasional Peningkatan Ekspor Nasional dan Dukungan Pemangku Kebijakan sekaligus peringatan ulang tahun ke-9 Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) di aula Djuanda, gedung Juanda I, Kemenkeu, Senin (24/09).

Ekspor Indonesia Belum Optimal, Menkeu Minta LPEI dan Pengusaha Bersinergi

Jakarta, 25/09/2018 Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan keprihatinannya tentang masih rendahnya ekspor Indonesia dibandingkan jumlah impor barang yang masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, ia meminta agar Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan para pengusaha bersinergi.
 
“Ekspor naik namun kesalip sama impornya di atas 20%. So, it’s a big gap. Kita berharap, kita menghabiskan seluruh energy dan resources kita dalam memikirkan betul-betul secara detail dan sungguh-sungguh untuk mendorong ekspor,” tegasnya.
 
Hal ini disampaikan oleh Menkeu pada acara Seminar Nasional Peningkatan Ekspor Nasional dan Dukungan Pemangku Kebijakan sekaligus peringatan ulang tahun ke-9 Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) di aula Djuanda, gedung Juanda I, Kemenkeu, Senin (24/09).
 
Saat ini, peran LPEI dalam meningkatkan jumlah eksportir dan jumlah ekspor  masih sangat kecil. Contohnya dari segi jumlah nasabah LPEI yang baru 1.200 dibandingkan kapasitas ekonomi Indonesia dan jumlah total ekspor, jumlah tersebut masih sangat kecil. 
 
“Republik Indonesia dengan 1 trillion US dollar economy, kemudian ekspor kita total (US$) 180 billion, kalau LPEI cuma 1.200 nasabah, it’s tiny. Gunakan pikiran dan tenaga kita untuk mikirin how many more exportir harus bisa muncul. Kenapa yang pengusaha tidak bisa menjadi eksportir. Apa kesulitannya?,” tanya Menkeu mengajak berpikir.
 
Ia juga menyayangkan impor bahan mentah dan barang yang bisa dihasilkan di Indonesia. Akibatnya, ketergantungan Indonesia terhadap pihak luar tinggi dan rentan terhadap gejolak ekonomi global. Akibat nilai impor yang jauh lebih besar dari ekspor maka pelemahan nilai rupiah terhadap dollar Amerika dapat mengganggu perekonomian Indonesia.  
 
Oleh karena itu, Menkeu mendorong agar LPEI dapat bekerja lebih keras, berinovasi dan berkolaborasi dengan para stakeholders. (btr/ind/nr)