Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Eksportir Diharap Mencari Pasar Ekspor Nontradisional

Jakarta, 11/09/2013 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri mendorong para pelaku usaha, khususnya eksportir untuk mencari pasar ekspor non-tradisional, karena negara-negara tersebut kini tengah dilanda perlambatan pertumbuhan.

Menkeu menilai, salah satu negara yang dapat dituju oleh pelaku ekspor adalah Nigeria. “Mengapa kita lebih mengarahkan pada eksportir untuk mengarah ke non-tradisional, karena negara-negara tradisional seperti China dan Jepang, saat ini sedang mengalami perlambatan ekonomi yang mengakibatkan turunnya permintaan impor dari Indonesia,” kata Menkeu, Selasa (10/9).

Menurut Menkeu, Nigeria merupakan negara tujuan ekspor yang prospektif, karena sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang cepat. Dengan jumlah penduduk mencapai 170 juta jiwa, Nigeria mencetak pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen.

Menkeu optimistis, eksportir Indonesia akan mendapatkan keuntungan dari hubungan dagangnya dengan Nigeria. Selain bebas import duty, Nigeria juga dianggap dapat menjadi basis produksi dari produk-produk yang dipasarkan ke sejumlah negara, misalnya Amerika Serikat. "Dari keuntungan, Nigeria punya akses ke Indonesia karena bebas import duty (bea impor)," jelas Menkeu.

Dengan pertimbangan tersebut, Menkeu berharap Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI) dapat memfasilitasi eksportir yang ingin membuka pasar baru di kawasan-kawasan non-tradisional. Harapan tersebut ia sampaikan mengingat masih banyak pelaku usaha yang menilai risiko perdagangan masih cukup tinggi. "Kami akan support terus dengan memberikan fasilitas yang terbaik bagi pelaku ekspor, agar berani mencoba ke pasar non-tradisional," pungkas Menkeu.(nic)