Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Empat Agenda Penting Menkeu Baru

Jakarta, 21/05/2013 MoF (Fiscal) News - Menteri Keuangan yang baru memiliki empat agenda penting yang harus diselesaikan dalam waktu cukup singkat, di mana tidak ada banyak waktu untuk melakukan proses pembelajaran maupun penyesuaian diri. Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Senin (20/5).

Menurutnya, agenda yang pertama adalah untuk mengamankan penerimaan negara dan menjaga jangan sampai ada kebocoran, baik dari penerimaan pajak maupun bea cukai. Oleh karena itu, ke depan reformasi birokrasi perpajakan harus terus dilakukan. "Reformasinya baik secara organisasi maupun manusianya," tandasnya.

Agenda yang kedua, lanjutnya, adalah mengamankan fiskal dengan menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen dan memastikan belanja kementerian/lembaga (K/L) berkualitas dan tepat waktu. Hal tersebut akan memberikan dampak kepada pertumbuhan ekonomi. "Dengan kata lain fiskal kita harus sehat dan berkesinambungan, dengan tidak meninggalkan asas-asas prudent dan kehati-hatian," urainya.
Ketiga, Menteri Keuangan tidak hanya menjaga gawang, tetapi juga harus dapat memberikan insentif fiskal dalam menjaga iklim investasi. Oleh karena itu, paket kebijakan ekonomi ke depan, seperti perubahan pada Daftar Negatif Investasi (DNI) dan realisasi insentif harus berjalan, karena Indonesia tengah menghadapi tantangan cukup berat.

Terakhir, lanjut Hatta, Menteri Keuangan yang baru diharapkan dapat melanjutkan fungsi-fungsi koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter. Hal ini dikarenakan, koordinasi kebijakan ini salah satunya bertujuan untuk menjaga laju inflasi agar tidak melewati asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Saya kira memang tidak banyak waktu buat Chatib Basri melakukan proses belajar dan penyesuaian diri. Saya yakin Chatib Basri langsung dapat bekerja karena lingkungan itu (kementerian Keuangan) bukan asing bagi beliau," pungkasnya.(ans)