Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Februari 2014, Infasi Tercatat 0,26 Persen

Jakarta, 03/03/2014 MoF (Fiscal) News - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi sebesar 0,26 persen pada Februari 2014. Hal tersebut diungkapkan Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Adi Lumaksono saat membacakan Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi di Gedung BPS Jakarta, pada Senin (3/3).

Inflasi 0,26 tersebut diikuti dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,28. "Adapun tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Februari) 2014 sebesar 1,33 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2014 terhadap Februari 2013) sebesar 7,75 persen," jelas Suryamin.

Dari 82 kota IHK, tercatat 55 kota mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi. Berdasarkan data BPS, inflasi tertinggi terjadi di Pontianak, sebesar 2,73 persen dengan IHK 114,83 dan terendah terjadi di Bandar Lampung dan Probolinggo masing-masing 0,02 persen dengan IHK masing-masing 110,10 dan 112,25. Sementara, deflasi tertinggi terjadi di Sibolga, yaitu sebesar 2,43 persen dengan IHK 111,00 dan terendah terjadi di Tanjung dan Balikpapan, masing-masing 0,18 persen dengan IHK 109,80 dan 111,96.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks seluruh kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 0,36 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,43 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,17 persen; kelompok sandang 0,57 persen; kelompok kesehatan 0,28 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,17 persen; dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan 0,15 persen.

Sementara, komponen inti pada Februari 2014 mengalami inflasi sebesar 0,37 persen, dimana tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Februari) 2014 sebesar 0,92 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Februari 2014 terhadap Februari 2013) sebesar 4,57 persen.(ak)