Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Februari 2016 Terjadi Deflasi 0,09 Persen

Jakarta, 03/03/2016 Kemenkeu - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, telah terjadi deflasi sebesar 0,09 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,51 pada Bulan Februari 2016. Dari 82 kota IHK, 52 kota mengalami deflasi dan 30 kota mengalami inflasi.

Deflasi tertinggi terjadi di Merauke, yaitu sebesar 2,95 persen dengan IHK 128,60, dan terendah terjadi di Sibolga, Bogor, Sumenep, dan Makassar masing-masing 0,02 persen dengan IHK masing-masing 125,62; 122,73; 121,13; dan 124,19. Sementara itu, inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan, sebesar 1,02 persen dengan IHK 129,21 dan terendah terjadi di Banda Aceh, sebesar 0,02 persen dengan IHK 117,03.

Dalam keterangan resminya pada Selasa (1/3) lalu, BPS menyatakan, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan 0,58 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,45 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,15 persen.

Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,63 persen; kelompok sandang 0,64 persen; kelompok kesehatan 0,26 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,06 persen.

Lebih lanjut, tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Februari) 2016 tercatat sebesar 0,42 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2016 terhadap Februari 2015) sebesar 4,42 persen. Komponen inti pada Februari 2016 mengalami inflasi sebesar 0,31 persen; tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Februari) 2016 sebesar 0,60 persen; dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Februari 2016 terhadap Februari 2015) sebesar 3,59 persen.(nv)