Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Fee Jasa Penilai Dinaikkan untuk Tingkatkan Profesionalisme


 

Jakarta, 05/08/2010 MoF (Fiscal) News -  Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) menaikkan standar imbalan jasa (fee) minimum usaha jasa penilai guna meningkatkan pengawasan terhadap profesionalisme profesi penilai. Hal ini diungkapkan ketua MAPPI Hamid Yusuf, Kamis (05/08) di Hotel Bidakara, Jakarta.

Berdasarkan SK PP MAPPI No.004/MAPPI-KEP/VIII/2010 tentang Standar Imbalan Jasa (Fee) Minimum Usaha Jasa Penilai, di mana fee minimum untuk pekerjaan penilai properti menggunakan format Laporan Penilaian Ringkas (LPR) sebesar Rp750.000 dari yang dahulu sebesar Rp350.000 per satuan laporan untuk wilayah Jabodetabek. Untuk di luar wilayah Jabodetabek sebesar Rp500.000 yang sebelumnya sebesar Rp250.000 persatuan laporan.

"Penerapan naiknya fee tersebut masih dalam sosialisasi, dan ini dilakukan secara bertahap pada 2010 ini. Ketetapan ini berlaku 2 Agustus 2010 dan akan efektif 1 Oktober 2010. Saya harapkan jika sudah berlaku efektif, penilai yang masih menggunakan harga di bawah standar untuk tidak melakukan lagi, dan dapat memenuhi peraturan tersebut. Namun, jika masih melanggar akan ditindak," ungkap Hamid.

Hamid juga menjelaskan, jika para penilai masih menggunakan harga fee di bawah standar, maka yang bersangkutan telah merusak keinginan para profesi penilai untuk meningkatkan pendapatannya sesuai peraturan yang berlaku. "Banyak yang terjadi saat ini beberapa penilai menurunkan fee-nya, tetapi dia meminta lagi kepada nasabah dengan harapan nasabah dapat meminta penilai untuk merubah hasil dari penilaiannya, nah dari situlah yang ingin kita cegah," pungkasnya.(DM)