Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Firmanzah Pandang Positif Kebijakan The Fed Dimulai Januari 2014

Jakarta, 23/12/2013 MoF (Fiscal) News – Indonesia dan negara berkembang lainnya di dunia, akhirnya memperoleh kepastian terkait keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) beberapa waktu lalu, yang memastikan bahwa pengurangan stimulus moneter (tapering-off quantitative-easing) akan dimulai pada Januari 2014. Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah bahkan memandang positif keputusan tersebut, yang memastikan bahwa pengurangan stimulus tersebut hanya sebesar 10 miliar dolar AS.

Pihaknya mengatakan, pemerintah bersama dengan Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terus melakukan koordinasi kebijakan dalam Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK), untuk memitigasi setiap gejolak yang timbul akibat pengurangan stimulus tersebut. Ia bahkan optimistis, dampaknya dapat diredam sepanjang stabilitas, keamanan dan ketertiban di tengah tahun politik bisa terus dijaga dengan baik.

"Simulasi terkait dengan gejolak yang “mungkin” timbul baik dari sisi pasar uang, pasar modal, pasar obligasi, serta ke indikator-indikator lainnya seperti inflasi, NPL, dan kinerja sektor riil juga telah disimulasikan. Bank Indonesia juga telah melakukan serangkaian upaya pengamanan termasuk melakukan kerja sama Bilateral Swap Arrangement (BSA) dengan Bank of Japan dan Bank Sentral Cina," ungkap Firmanzah, Senin (23/12), seperti dikutip melalui laman Sekretariat Kabinet.

Pemerintah juga akan terus melanjutkan kebijakan reformasi struktural. Paket kebijakan yang telah diluncurkan, baik 4 paket kebijakan maupun 17 paket kebijakan untuk mengefisienkan doing-business, lanjut Firmanzah, juga telah menjadi komitmen nasional. (ak)