Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Fitch Rating Pertahankan Peringkat Investment Grade RI

Jakarta, 26/05/2016 Kemenkeu - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) kembali mengafirmasi peringkat Indonesia pada level layak investasi (investment grade) pada 23 Mei 2016. Fitch memberikan afirmasi Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB-/stable outlook. Sebelumnya, Fitch telah melakukan afirmasi atas Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB-/stable outlook pada 6 November 2015 lalu.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara, beberapa faktor kunci yang mendukung keputusan tersebut adalah beban utang pemerintah yang rendah, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik dan risiko sektor perbankan yang rendah. “Fitch juga mencatat masih besarnya pengaruh sentimen pasar terhadap faktor eksternal dan masih perlunya upaya untuk perbaikan iklim investasi,” jelasnya dalam keterangan resmi pada Selasa (24/5).

Lebih lanjut, Fitch menyatakan bahwa reformasi struktural yang telah ditempuh Indonesia sejak September 2015 diyakini akan meningkatkan iklim investasi secara signifikan. Beberapa kebijakan seperti perampingan jumlah dan percepatan proses perizinan untuk melakukan kegiatan usaha, serta penetapan formula upah minimum dipandang mampu memperbaiki iklim investasi. Sementara, revisi Daftar Negatif Investasi mencerminkan semakin terbukanya Indonesia terhadap investor asing.

“Di samping itu, Fitch menyatakan bahwa reformasi struktural mulai menunjukkan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi sehingga berpengaruh positif terhadap sentimen pasar sebagaimana ditunjukkan dengan stabilnya nilai tukar rupiah,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo menyatakan bahwa keputusan Fitch untuk mempertahankan posisi Indonesia pada investment grade menegaskan kemampuan ekonomi Indonesia untuk tumbuh solid ditopang oleh kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi tantangan domestik maupun global. “Hal ini menunjukkan Indonesia melakukan kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas sekaligus mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan struktur yang lebih sehat,” katanya.(nv)