Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Fokus Tekan Defisit, Presiden Minta Kurangi Impor

Jakarta, 11/11/2019 Kemenkeu - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan fokus pemerintah ke depan adalah mengurangi sebanyak mungkin angka defisit dengan mengurangi impor. Pada saat bersamaan kita bisa memperbesar surplus neraca perdagangan dengan menggenjot ekspor dan juga pengembangan sektor pariwisata yang mendatangkan devisa.  

“Dalam menekan defisit saya mengingatkan lagi agar para menteri untuk konsentrasi pada langkah-langkah terobosan untuk mengurangi angka impor kita, baik itu impor BBM yang menjadi penyumbang defisit terbesar,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Penguatan Neraca Perdagangan, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11) seperti dikutip dari  situs Sekretariat Kabinet (Setkab).

Oleh karena itu, menurut Presiden, pembangunan kilang harus menjadi prioritas dan lifting produksi minyak di dalam negeri juga harus ditingkatkan. Termasuk di dalamnya adalah pengolahan energi baru terbarukan seperti B20 untuk segera bisa masuk ke B30, lalu B100, sehingga dapat mengurangi ketergantungan kita pada impor BBM. 

Investasi yang dilakukan di sektor industri substitusi impor, lanjut Presiden, juga harus terus dibuka lebar sehingga barang-barang substitusi impor ini bisa mengganti produk-produk impor. Hal ini termasuk pengembangan industri pengolahan. Tujuannya bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tapi juga memastikan bahwa produk-produk yang dibutuhkan di dalam negeri dan juga diekspor bisa diproduksi di dalam negeri. 

Presiden Jokowi juga ingin mengingatkan mengenai kandungan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) pada proyek-proyek pemerintah. 

“Optimalisasi kandungan TKDN harus kita optimalkan pada proyek-proyek pemerintah,” tegas Presiden. 

Presiden Jokowi juga minta fokus menyelesaikan perjanjian perdagangan dari perjanjian sementara terkait dengan peningkatan ekspor. 

Kedua, Presiden juga minta meningkatkan ekspor pada pasar-pasar non-tradisional yang selama ini belum  diperhatikan, terutama di Afrika, di Asia Selatan, dan juga di kawasan-kawasan Indo Pasifik. 

Yang ketiga, terkait promosi, menurut Presiden, baik promosi produk-produk ekspor maupun promosi pariwisata dan investasi agar kuat membangun sebuah brand image yang baik dan terintegrasi. 

Menurut Presiden, sebaiknya disiapkan setahun sebelumnya secara baik, sehingga saat pameran betul-betul akan menguatkan brand image Indonesia terhadap pembeli maupun wisatawan yang ingin datang ke negara kita. 

Yang terakhir, Presiden minta juga penguatan sumber daya manusia secara besar-besaran dalam memperkuat ekspansi dan ekspor di sektor jasa. 

"Jangan lupa kita punya unicorn, punya decacorn yang sudah merambah ke luar negeri," pungkasnya. (nr/ds)