Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

G20 Perhatikan Komoditas Pangan dan Energi


 

Jakarta, 27/04/2011 MoF (Fiscal) News - Negara-negara G20 menaruh perhatian besar pada sektor komoditas pangan dan energi, yang menjadi isu penting yang diangkat saat pertemuan G20, di Washington D.C. pada 14-15 April lalu. “G20 memandang bahwa spekulasi di pasar komoditas menjadi salah satu penyebab ketidakpastian harga,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Mulia P. Nasution di Jakarta, Rabu (27/4).

Sektor komoditas, baik pangan maupun energi, dianggap sebagai sektor yang paling berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Spekulasi yang terjadi mempengaruhi peningkatan sebagian besar harga-harga komoditas yang bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakt luas. “Menyangkut komoditas yang kita alami sekarang ini, harganya mengalami volatilitas. Jadi terdapat gejala, dimana komoditas itu diperdagangkan sedemikian rupa sehingga bisa terjadi suatu komoditas, dimana volume perdagangan bisa berpuluh kali dari volume fisik dari komoditas itu sendiri,” jelas Mulia.

Ditambahkan oleh Mulia, hal tersebut dapat terjadi oleh dua hal. Pertama, pengaruh murni dari supply dan demand,termasuk transportasi dan distribusi barang. Kedua, perdagangan produk turunan yang menyangkut komoditas strategis, seperti minyak. “Menurut salah satu anggota G20 dari Arab Saudi, kekurangan supply yang terjadi karena Libya, bisa dicover dari jumlah. Tapi, memang tetap terjadi peningkatan harga, bukan karena kekuarangan fisik,” paparnya.

G20 beranggotakan Indonesia, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, China, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Perancis, Rusia, Turki dan Uni Eropa. Pertemuan di Washington merupakan kelanjutan dari pertemuan di Paris pada Februari 2011. (as)