Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo memberikan keynotespeech dalam acara The 3rd International Conference On Economics Business and Accounting Studuies, yang bertempat di Universitas Jember, Jawa Timur (24/11)

Generasi Muda Harus Pahami Tujuan Bernegara

Jember, 24/11/2017 Kemenkeu - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo menggarisbawahi pentingnya generasi muda sebagai pemegang estafet perjuangan untuk memahami tujuan bernegara. Hal ini disampaikannya pada acara The 3rd International Conference On Economics Business and Accounting Studuies, yang bertempat di Universitas Jember, pada hari Jumat (24/11).

“Jangan lupa. Tujuan akhir kita itu sudah dicanangkan oleh founding father kita Bapak Presiden atau Bapak Bung Karno. Saya akan mulai dari situ supaya generasi muda atau mahasiswa tidak kehilangan ruh didalam kita bersama-sama bernegara, apalagi adik-adik itu akan menjadi pengganti dan estafet perjuangan generasi muda kita,” kata Wamenkeu.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenkeu mengingatkan pada generasi muda bahwa tujuan bernegara adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

“Betul, kita harus merdeka dari semua. Yang seperti apa kita mengisi kemerdekaan ini yang seharusnya bersatu, berdaulat, dan ini yang penting adil dan makmur. Untuk bisa merdeka yang dikatakan tadi, maka pembangunan harus pembangunan yang seutuhnya, seluruh Indonesia. Tidak hanya Jawa sentris,” pesan Wamenkeu.

Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia sangat memperhatikan pembangunan yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia dan diwujudkan salah satunya melalui kebijakan fiskal pada APBN.

 “Jadi dari kebijakan fiskal terutama dalam APBN harus bisa menyediakan angaran kepada sumber daya manusia, infrastruktur, dan seterusnya. Supaya siapapun manusia Indonesia yang lahir apakah itu di Jember, apakah itu di Mojokerto, apakah itu di NTT sana, Papua harus sama pelayanannnya, akses informasinya. Karena memang kita sudah mendeklarasikan sebagai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” papar Wamenkeu.

Wakil Menteri Keuangan juga mengatakan bahwa isu strategis yang masih menjadi musuh kita ialah kemiskinan dan kesenjangan.

“Karena salah satu kesenjangan, tidak hanya yang terlihat kaya dan si miskin, atau infrastruktur yang terlihat bagus dan jelek, tetapi akses itu juga penting, apakah itu akses kesehatan, akses terhadap pendidikan, akses terhadap informasi kelembagaan jasa keuangan, hal ini masih kadang-kadang terlihat sangat heterogen dari Sabang sampai Merauke, padahal kita harus jadi satu kesatuan, inilah yang seperti Bapak Presiden katakan, bahwa kita membangun seutuhnya dari pinggiran, dari desa, supaya pulau yang berjajar menjadi satu,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wamenkeu berharap kepada seluruh mahasiswa agar selalu menjaga integritas yang bagus dan jangan menjadi koruptor,  karena integrity ditambah dengan work ability akan mewujudkan sosok yang profesional. (hi/rsa)