Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Gerebek Gudang Narkoba, Bea Cukai dan BNN Sita 45 Kg Sabu-Sabu

Jakarta, 16/06/2016 Kemenkeu - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggerebek gudang narkoba berkedok pabrik mi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara pada Selasa (14/06).

Dari penggerebekan yang dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Heru Pambudi dan Kepala BNN Budi Waseso tersebut, petugas berhasil menyita sembilan batang pipa baja berisi Methamphetamine (sabu-sabu) seberat 45 kilo gram. Selain itu, petugas juga berhasil menangkap tiga orang bandar narkoba.

Kepala BNN menyatakan, modus yang digunakan oleh para tersangka ini tergolong baru. Ia menjelaskan, para tersangka menyimpan narkoba di dalam pipa baja dengan ketebalan 4 cm serta ditutup dengan aluminium foil agar kedap suara.

Sementara itu, Dirjen Bea dan Cukai mengungkapkan, keberhasilan operasi ini merupakan hasil analisis dan pengamatan yang cukup lama dari DJBC. Selanjutnya, DJBC berkoordinasi dengan BNN melakukan penyelidikan bersama. “Penggagalan penyelundupan ini berhasil menyelamatkan 225 ribu jiwa generasi muda Indonesia. Keberhasilan ini juga tak lepas dari sinergi yang baik antara Bea Cukai dan BNN,” jelasnya seperti dikutip dari laman DJBC pada Rabu (15/06).

Dari pengungkapan kasus ini, petugas mengamankan 5 orang tersangka berinisial HE, EN, ED, GN, dan DD. Salah satu tersangka, HE, merupakan mantan narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang yang saat ini berstatus bebas bersyarat. Hasil penyelidikan mengungkapkan, kasus ini melibatkan narapidana LP Cipinang berinisial AK yang diduga tergabung dalam jaringan narkotika Freddy Budiman.(nv)