Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Gubernur BI: Pelemahan Nilai Tukar Cerminkan Kondisi Ekonomi Dunia

Jakarta, 19/07/2013 MoF (Fiscal) News - Pelemahan nilai tukar rupiah mencerminkan perkembangan kondisi perekonomian dunia, sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Menurut Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, fundamental perekonomian Indonesia akan kembali terlihat saat aliran dana asing kembali masuk.
"Kalau seandainya nilainya sedikit di atas Rp10 ribu itu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Nanti kalau seperti sekarang dan sudah mulai ada cash inflow  ke Indonesia, maka akan segera mencerminkan fundamentalnya lagi,"  jelasnya. Ia menambahkan, pelemahan tersebut bukan hanya terjadi pada mata uang Indonesia, tetapi juga terjadi negara-negara lain. "Kalau kita bandingkan Indonesia dengan India, Korea, atau China, kondisi mereka jauh lebih terdepresiasi. Jadi Ini kondisi memang sedang terjadi di berbagai belahan dunia," ujarnya.
Pernyataan tersebut senada dengan pernyataan Menteri Keuangan M. Chatib Basri yang sebelumnya mengatakan  bahwa depresiasi rupiah terhadap dolar AS relatif lebih rendah dibandingkan mata uang negara lain di Asia, sehingga tidak perlu dikhawatirkan.  Pelemahan rupiah terhadap dolar AS, menurut Menkeu, masih dalam batas aman karena sejalan dengan depresiasi mata uang di kawasan regional.(ak)