Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Gubernur BI: Utang Indonesia Masih Jauh Dari Bahaya

Jakarta, 31/07/2017 Kemenkeu – Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan bahwa rasio utang luar negeri Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto, dalam cakupan utang total yang terdiri dari utang pemerintah dan utang swasta berada pada kisaran 34%.  Sedangkan rasio utang pemerintah sendiri baik dari utang dalam negeri ataupun utang luar negeri hanya 28% dari PDB.

 “Jadi, Indonesia itu kalau masih rasio utangnya 28% dari GDP, itu masih jauh dari berbahaya,” ujar Gubernur BI pada acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 dengan tema Utang: Untuk Apa dan Untuk Siapa? Kupas Tuntas APBN-P 2017 bertempat di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta pada Kamis, (27/07).

Pada kesempatan yang sama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa pengelolaan utang yang baik dilakukan untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin rumit.  

"Pengelolaan utang yang baik akan mempertimbangkan sisi waktu penarikan utang, komposisi mata uang, jatuh tempo serta pengendalian kas pemerintah. Ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks, tidak hanya untuk generasi sekarang, namun juga generasi akan datang," ujarnya. (hr/rsa)