Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
ilustrasi

Harga Beras Premium Turun 50 Persen

Jakarta, 18/09/2017 Kemenkeu - Langkah berani Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito dalam menata  perberasan telah menuai hasil.  Kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras ini merupakan terobosan baru yang belum pernah dilakukan selama ini. Kebijakan ini terbukti efektif dan dipatuhi para pedagang di ritel dan pasar.

Dikutip dari rilis resmi Kementerian Pertanian, sejumlah pusat belanja modern di DKI Jakarta telah menaati Peratuan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 tahun 2017 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras dan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 31 tahun 2017 tentang Kelas Mutu Beras. Peraturan tersebut  berlaku efektif  mulai Senin, 18 September 2017. Hasilnya, harga beras premium turun mencapai 50 persen, dari yang semula Rp 22 ribu hingga Rp 36 ribu per kg, turun menjadi Rp 12.800 per kg.

Terkait hal ini, Ketua Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) DKI Jakarta, Nellys Soediki, menerangkan harga beras di ibu kota stabil di hari pertama penerapan HET. Contohnya, kualitas medium dijual Rp8.900-9.000/kg.

"Untuk premium, yakni Rp9.400/kg hingga Rp10.500/kg. Masalah stok, juga masih stabil," terang Nellys di Jakarta, Senin (18/09).

Sebelumnya, Nellys juga menyatakan dukungannya terhadap pemerintah melalui aturan HET beras. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan komitmen pemerintah mewujudkan sistem ekonomi berkeadilan.

"Semua kebijakan pro-kontra, ada. Tapi, saya lihat ada semangat efektivitas dalam kebijakan HET. Efektif selama di-manage dengan baik dan tidak memberikan kebebasan mengambil untung sebesar-besarnya," katanya beberapa saat lalu.

Bicara beras, sambung Nellys, tidak bisa dibahas secara parsial, melainkan menyeluruh dari hulu hingga hilir dan mempertimbangkan petani, pedagang, dan petani. "Harga terlalu tinggi kasihan konsumen, kalau rendah kasihan petani," ungkap pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta ini.

Bagi Nellys, harga yang dipatok pemerintah untuk beras medium dan premium pada Permendag  57/2017 yang dikeluarkan 24 Agustus 2017 yang lalu, tidak memberatkan pedagang, tak merugikan petani, dan membuat konsumen nyaman. (nr/rsa)